15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Mualaf, Masuk Islam Setelah Membaca Kisah Perang Sholahuddin Al-Ayyubi

...

  • portalsatu.com
  • 22 November 2019 08:00 WIB

Surga, ilustrasi. @pinterest.com
Surga, ilustrasi. @pinterest.com

INI adalah kisah Abdullah, seorang mualaf asal Indonesia yang memeluk Islam delapan bulan lalu. Ia lahir dari keluarga non-muslim yang taat. Meskipun tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam, ia dan keluarganya sangat bangga dengan keimanan agama mereka terdahulu.

Dilansir dari AboutIslam pada Rabu (20/11/2019), Abdullah sebelum jadi mualaf, tinggal bersama keluarganya yang memilki lingkungan cukup terbatas karena hanya bergaul dengan orang–orang yang satu keyakinan dengan agama mereka (non-Muslim).

Ayahnya adalah seorang pebisnis dan memiliki kerjasama yang ekslusif dengan mereka yang memiliki keyakinan yang sama (Non-Muslim). Abdullah sendiri lebih banyak menghabiskan waktu di tempat ibadah dan belajar di sekolah khusus untuk penganut agamanya terdahulu.

Sampai kemudian Abdullah menghabiskan waktu selama dua tahun untuk mempelajari dan mendalami ajaran agama yang dahulu dianutnya. Keputusan untuk mempelajari lebih dalam agama yang dahulu dianutnya tersebut justru membawanya kepada cahaya Islam. Hidayah itu mulai masuk ke dalam hatinya membaca kisah Sholahuddin Al-Ayyubi dalam Perang salib atau perang abad pertengahan.

Kisah Sholahuddin Al-Ayyubi yang begitu tinggi tolenrasinya membuat Abdullah begitu terkesima dengan sosok pemimpin ini. Ia melihat sosok Sholahuddin Al-Ayyubi sangat berbeda dengan tentara salib yang membabi buta ketika berperang.

Ia melihat Sholahuddin Al-Ayyubi yang tidak pernah memaksa siapapun untuk memeluk Islam, meski dalam posisi berkuasa. Secara diam–diam Abdullah mulai mengidolakan Sholahuddim dan ini menjadi cikal bakalnya jadi mualaf.

Seiring waktu berjalan kekaguman Abdullah kepada Sholahuddin Al-Ayyubi ini membuatnya tertarik untuk mempelajari Islam. Ia sangat penasaran dengan pesan yang sebenarnya dibawa oleh Islam.

Rasa penasarannya tersebut membuat ia mulai mengujungi situs–situs Islam di internet dan memiliki teman–teman Muslim online yang mampu menjawab pertanyaannya tentang Islam dengan baik.

Pada saat yang sama Abdullah juga bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya. Kinerjanya yang baik, membuat dirinya diberikan kontrak dan ditugaskan di kota lain.

Penugasannya di kota lain membuat dirinya berinteraksi secara lebih terbuka, yang dimana menjadi langkah selanjutnya dalam mempelajari Islam.

Setiap kali makan siang atau makan malam, Abdullah banyak melakukan interaksi dengan para pedagang penjual makanan atau pelanggan lain. Sampai suatu hari Ia bertemu dengan Faisal, yang sama-sama pendatang di kota itu.

Faisal yang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada Abdullah, dan membuat Abdullah begitu menyukai cara penyampaiannya tentang Islam. 

Suatu hari Abdullah mengikuti Faisal ke masjid hingga akhirnya ia mengucap dua kalimat syahadat dan memantapkan hati memeluk Islam. Setelah memeluk Islam Abdullah merasa hidupnya sangat berubah dan membuatnya merasa seperti terlahir kembali.

Perasaan ini yang membuatnya sangat bahagia dan yakin hingga ia menyampaikan kabar dirinya menjadi mualaf, saat ayahnya datang untuk memeriksa proyek konstruksinya.

Ketika kabar itu sampai ke telinga sang ayah, membuat orangtuanya itu sangat marah. Dalam hitungan detik semuanya berubah drastis, Abdullah kehilangan segalanya. Ia kehilangan uang, pekerjaan, kontak bisnisnya bahkan juga sebagian teman–temannya terdahulu.[]Sumber:okezone

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.