21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Tentara AS Membelot ke Korut, hingga Pelaku Teror New York

...

  • KOMPAS
  • 13 December 2017 11:20 WIB

Charles Jenkins saat meluncurkan buku memoarnya pada 2008. @Yoshikazu TSUNO/AFP
Charles Jenkins saat meluncurkan buku memoarnya pada 2008. @Yoshikazu TSUNO/AFP

TOKYO - Charles Jenkins, satu dari sedikit personel militer AS yang membelot ke Korea Utara, meninggal dunia di Jepang dalam usia 77 tahun.

Berasal dari Carolina Utara, Jenkins berpangkat sersan dan bertugas bersama Divisi Kavaleri Ke-1 AD Amerika Serikat di perbatasan kedua Korea saat dia membelot pada Januari 1965.

Kepada para interogatornya, Jenkins mengatakan, dia khawatir patroli malam unitnya akan memprovokasi respon Korea Utara atau dia akan dikirim ke Vietnam.

Dikenal sebagai peminum berat saat tak bertugas, Jenkins kemudian menjadi depresi dan yakin dia akan diserahkan kepada Uni Soviet setelah menyeberang ke Korea Utara.

Dia kemudian dikembalikan ke Amerika Serikat sebagai bagian dari pertukaran tahanan selama Perang Dingin.

"Saya tahu saat itu saya tak berpikiri jernih dan banyak keputusan saya tak masuk akal jika dilihat saat ini. Namun, satu itu ada alasan logis yang membuat perbuatan saya tak terhindarkan," kaya Jenkins dalam buku memoarnya "The Reluctant Communist: My Desertion, Court-martial, and 40-year Impronment in North Korea".

Begitu menyeberang perbatasan, Jenkins langsung mendapat pelecehan dan dia ditahan di sebuah ruangan bersama tiga pembelot asal AS lainnya selama delapan tahun.

Jenkins dan ketiga orang lainnya dipaksa menghapal buku ideologi karya Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.

Mereka langsung mendapatkan pukulan saat melakukan kesalahan dalam menghapal isi buku karya Kim Il Sung itu.

Keempat pembelot itu sempat meloloskan diri pada 1966 dan meminta suaka kepada kedutaan besar Uni Soviet di Pyongyang. Permohonan mereka ditolak.

Setelah indoktrinasi selama enam tahun, keempat orang itu kemudian mendapatkan kewarganegaraan Korea Utara dan sejumlah pekerjaan.

Jenkins kemudian mengajar bahasa Inggris di Universitas Pyongyang dan pada 1982 muncul sebagai sosok bangsa Amerika yang jahat dalam film propaganda Korut "Unsung Heroes".

Penampilannya dalam film itu merupakan konfirmasi pertama bagi pemerintah AS bahwa Jenkins masih hidup.[]Sumber:kompas

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.