13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Klaim Wilayahnya Dicaplok, Singapura Tantang Malaysia Berperang

...

  • PORTALSATU
  • 08 December 2018 15:00 WIB

Kapal badan laut Malaysia (kiri) dihadang kapal coastguard Singapura (kanan) di perairan Tuas. Foto: straitstimes.com/mark cheong
Kapal badan laut Malaysia (kiri) dihadang kapal coastguard Singapura (kanan) di perairan Tuas. Foto: straitstimes.com/mark cheong

Hubungan Malaysia dan Singapura kini memanas. Ketegangan ini dipicu langkah Malaysia memperluas batas pelabuhan di lepas perairan Tuas.

Dikutip dari Tribun Medan dan Malaysiakini.com, Sabtu, 8 Desember 2018, Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan, menyatakan negaranya tak akan ragu mengambil tindakan tegas bila ada intrusi (penyusupan atau pelanggaran batas negara) yang dilakukan Malaysia. Pasalnya, sudah 14 kali intrusi kapal Malaysia pada 6 Desember yang masuk tanpa izin di lepas Tuas.

Menurut Khaw, langkah Malaysia memperluas pelabuhan Johor Bahru merupakan tindakan mencaplok wilayah Singapura. Sebagai tindakan balasan, Singapura sedang memperluas pelabuhan mereka.

RSN (AL Singapura) pun bereaksi. Mereka mengerahkan kapal perang untuk siaga di sekitar perairan Tuas. "Badan keamanan kami... sejauh ini membalas dengan menahan diri terhadap aksi agresif kapal-kapal pemerintah Malaysia," kata Khaw.

"Namun kami tidak dapat membiarkan kedaulatan Singapura dilanggar. Karena itu, bila perlu, kami tidak akan ragu-ragu untuk mengambil langkah tegas terhadap intrusi dan kegiatan tak berizin di perairan kami guna melindungi wilayah dan kedaulatan kami," kata dia dalam satu pernyataan.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan lebih baik kedua negara mengadakan pertemuan terlebih dahulu. "Kita dapat mengukur dengan melihat apakah benar atau tidak kami mencaplok (wilayah Singapura) atau apakah kami masih berada di perairan kami," kata Mahathir, 5 Desember lalu.

Mendengar pernyataan Mahathir, Khaw mengatakan ia menerima usulan itu. Namun, Singapura harus membalas untuk membela kedaulatan negaranya karena patroli badan kelautan Malaysia, Marine Enforcement Agency sudah sering melanggar batas wilayah kedua negara.

"Kapal-kapal pemerintah Malaysia sejak itu terus menyusup ke perairan teritorial Singapura di lepas pantai Tuas," kata Khaw.

"Pesan utama saya hari ini adalah... Mundur. Tinggalkan perairan kami sementara kami melakukan dialog duduk dan mencoba menyelesaikannya," tegas Khaw.

Penulis: Seto Aji.[]Sumber: gridhot.id/straitstimes.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.