10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Konflik Tapal Batas di Pidie, Tiga Keluarga Terkurung

...

  • ZAMAH SARI
  • 25 February 2020 20:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SIGLI - Konflik tapal batas antara Gampong Crueng dan Gampong Rungkoem, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, menyebabkan dua rumah warga di tapal batas terkurung dengan pagar yang dipasang warga Gampong Crueng. 

Warga yang rumahnya terkurung dengan pagar sengketa tapal batas gampong mengaku sangat susah untuk keluar dari rumah dan berharap dibuka agar anak - anak mereka dapat sekolah.

Nurdin (35), warga Gampong Rungkoem, salah satu dari tiga kepala keluarga yang rumahnya terkurung sejak 14 hari lalu, mengaku sangat kesulitan keluar masuk rumah. Lorong masuk rumahnya dipasang pagar karena konflik tapal batas antara dua gampong. 

"Sudah dua pekan atau 14 hari kami tidak bisa keluar dari perkerangan rumah. Di sekeliling rumah kami dipasang pagar. Kadang sudah kepepet terpaksa keluar lewat celah pagar," ujar Nurdin kepada portalsatu.com, Selasa,  25 Februari 2020.

Dia menceritakan, sejak dipasang pagar itu anaknya mulai trauma. Bahkan ketika ke sekolah, anaknya harus menguak pagar walau dengan perasaan was - was.

Selain dirinya, Anwar Ishak dan Nurleilawati, janda beranak satu juga mengalami nasib sama terkurung akibat persoalan batas gampong. 

Nurdin dan Nurlaila sangat berharap untuk dibuka kembali pagar agar mereka bisa keluar masuk melalui lorong tersebut.  "Kami tidak mempersoalkan tapal batas. Rumah kami masuk wilayah gampong mana tidak masalah. Itu biar urusan para pihak. Tapi berikan kemerdekaan kepada kami sebagai warga negara yang mempunyai hak hidup," ungkap Nurdin penuh harap. 



M. Jafar tokoh masyarakat Rungkoem juga menyesalkan pemagaran tersebut. Mestinya masalah sengketa tapal batas itu urusan para pihak, tapi aktivitas warga jangan terganggu apalagi menyangkut hak hidup warga yang dilindungi undang-undang. 

"Masalah tapal batas ya diselesakan para pihak yang terlibat.  Hajat hidup warga jangan sampai terganggu," harap Jafar. 

Sementara Camat Batee, Saiful Ifwan Mustafa kepada portalsatu.com, Selasa, 25 Februari 2020, membenarkan ada pemagaran lorong hingga rumah terkurung. Persoalan yang memicu pemagaran masalah tapal batas antara dua gampong, Crueng dan Rungkoem. Bahkan pihaknya sudah melakukan mediasi untuk menyelesaikan sengketa tapal batas, namun sejauh ini belum ada titik temu antara kedua belah pihak. 

"Benar ada pemagaran yang dilakukan warga Crueng, karena rencana mereka untuk membangun rabat beton. Namun dilarang warga Rungkoem, dengan alasan itu masuk wilayah mereka.  Itu penyebab awal, sehingga timbul pemagaran," terang Saiful.

Karena tak kunjung tuntas, meski sudah berulang kali pihaknya bersama Muspika turun ke lokasi. Hal itu dilaporkan ke atasannya Asisten I Setdakab Pidie supaya diselesaikan masalah yang terjadi di wilayahnya. 

Kepada pihak pemasang pagar, pihaknya sudah mengimbau untuk membuka mengingat ada rumah warga terkurung. "Kita sudah mengimbau kepada warga melalui keuchik untuk membuka dulu pagar agar warga dapat menggunakan jalan itu sebagai akses keluar masuk. Sedangkan untuk tapal batas diselesaikan secara bersama. Kasus ini sudah kami laporkan juga ke atasan kami," pungkas Saiful.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.