12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kontak Jinping, Trump Sampaikan Kecurigaannya Soal Lab Virus Cina

...

  • TEMPO
  • 16 April 2020 21:30 WIB

Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping. @vstory
Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping. @vstory

Presiden Amerika Donald Trump menyampaikan bahwa belum lama ini ia mengontak Presiden Cina, Xi Jinping. Adapun kontak tersebut, kata ia, dilakukan berkaitan dengan investigasinya soal lab virus di Wuhan. Trump mengatakan, lab itu dicurigai sebagai asal usul virus Corona (COVID-19).

"Saya tidak bisa menyampaikan detil percakapannya sekarang. Tapi, suatu saat nanti, akan saya sampaikan begitu kami mendapatkan lebih banyak informasi. Kita lihat saja," ujar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Kamis, 16 April 2020.

Trump melanjutkan, hal yang bisa ia sampaikan sejauh ini hanyalah investigasi itu dilakukan karena dirinya mendapat laporan soal lab virus di Wuhan. Berdasarkan laporan yang ia terima, protokol keamanan di lab tersebut sangat lengang yang diduga memicu penyebaran virus Corona.

Di luar hal tersebut, Trump meminta publik untuk bersabar. Ia menjanjikan pemeriksaan dan investigasi yang mendalam.

Mengacu pada laporan dari Washington Post, lab virus yang dimaksud Trump adalah Wuhan Institute of Virology. Pada Januari lalu, dua bulan sejak wabah virus Corona muncul di Wuhan, diplomat Amerika di Cina mengirimkan peringatan ke Washington DC bahwa ada masalah manajamen resiko dan keamanan di institut tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di lab virus tersebut tengah dilakukan penelitian terkait virus Corona.

Kedutaan Besar Amerika di Beijing langsung mengirimkan penelitinya ke Wuhan untuk merespon peringatan tersebut. Tugas utamanya, mencoba mengkonfirmasi adanya masalah di lab yang diklaim memiliki sertifikasi BSL-4 atau keamanan tertinggi untuk riset biologis itu.

"Kami telah mendapatkan banyak data intelijen yang sulit untuk dikesampingkan. Saat ini, investigasi kami belum memberikan hasil yang konklusif," ujar Kepala Staf Kepresidenan Amerika, Mark Milley, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.

Beberapa waktu lalu, peneliti dari Chinese Academy of Sciences and the Chinese Institute for Brain Research mengatakan bahwa virus Corona tidak berasal dari pasar hewan Wuhan seperti yang diyakini selama ini. Temuan mereka, virus yang sudah memakan ribuan jiwa itu berasal dari luar pasar. Kesimpulan itu didapatkan setelah meneliti 93 sample genomic.

Sebagai tambahan, pekan ini, Cina memutuskan untuk mengontrol ketat publikasi jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan asal usul virus Corona. Setiap kali peneliti akan menerbitkan sebuah jurnal, pemeriksaan berlapis akan dilakukan mulai dari badan akademis di kampus hingga satgas khusus di pemerintah.

Pemerintah Cina tidak menyangkal hal tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa aturan itu bersifat internal dan tidak seharusnya tersebar ke publik. Sementara itu, sejumlah peneliti Cina khawatir bahwa hal ini akan memperumit penelitian soal virus Corona ke depannya. Mereka juga mencurigai Cina tengah berupaya agar tidak ada narasi yang menyudutkannya.

Hingga berita ini ditulis, sudah ada 2.083.048 kasus dan 134.603 korban meninggal akibat pandemi virus Corona (COVID-19) di dunia.[]ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST | WASHINGTON POST/tempo

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.