12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


KPK Panggil Dua Perusahaan Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Sabang

...

  • ANTARA
  • 15 January 2020 11:30 WIB

Ali Fikri, Plt. Jubir KPK. Foto Antara
Ali Fikri, Plt. Jubir KPK. Foto Antara

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 15 Januari 2020, memanggil PT Tuah Sejati dan PT Nindya Karya dalam penyidikan tindak pidana dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Sabang dibiayai APBN tahun 2006 sampai 2011.

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap dua korporasi PT Tuah Sejati dan PT Nindya Karya sebagai tersangka tindak pidana korupsi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang dibiayai APBN TA 2006 sampai dengan TA 2011," kata Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Diketahui, PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati melalui Heru Sulaksono yang merupakan Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh merangkap kuasa Nindya Sejati Joint Operation diduga melakukan korupsi terkait proyek senilai Rp793 miliar dari APBN tahun anggaran (TA) 2006-2011.

Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp313 miliar dalam pelaksanaan proyek pembangunan dermaga bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kedua korporasi itu diduga mendapat keuntungan Rp94,58 miliar yang berisiko tidak dapat dikembalikan ke negara jika korporasi tidak diproses.

Dugaan penyimpangan secara umum adalah dengan cara (1) penunjukan langsung, (2) Nindya Sejati Joint Operation sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan, (3) rekayasa dalam penyusunan HPS dan penggelembungan harga (mark up), (4) pekerjaan utama disubkontrakkan kepada PT Budi Perkara Alam (BPA) dan adanya kesalahan prosedur seperti izin amdal belum ada tapi tetap dilakukan pembangunan.

Laba diterima PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dari proyek tahun jamak ini Rp94,58 miliar yaitu PT Nindya Karya sekitar Rp44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sekitar Rp49,9 miliar.

KPK juga telah melakukan pemblokiran rekening terhadap PT Nindya Karya yang diduga menerima uang tersebut. Sedangkan untuk PT Tuah Sejati sudah disita aset berupa SPBN (untuk nelayan) senilai Rp12 miliar.

Terhadap PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati disangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter: Benardy Ferdiansyah.[]Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.