20 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


KPK Tangkap Direktur Krakatau Steel

...

  • KUMPARAN.com
  • 23 March 2019 07:10 WIB

 Ilustrasi kasus KPK Foto: Basith Subastian/kumparan
Ilustrasi kasus KPK Foto: Basith Subastian/kumparan

JAKARTA - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/3) malam. Dalam operasi kali ini, KPK menangkap seorang Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama tiga orang lainnya di Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan.

"Iya benar (Direktur Krakatau Steel)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi mengenai penangkapan itu.

Basaria belum menjelaskan siapa direktur yang dimaksud. Pada Krakatau Steel, terdapat beberapa direktur.

Basaria hanya menyebut total ada 4 orang yang diamankan dan sudah dibawa ke Kantor KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keempat orang itu ditangkap karena diduga terlibat kasus suap. Penangkapan dilakukan usai transaksi suap diduga telah dilakukan.

"Informasi lebih lengkap akan disampaikan besok sore melalui konferensi pers," kata Basaria.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, diduga direktur tersebut menerima suap dalam bentuk rupiah dan dolar. Suap itu juga diduga diberikan secara tunai maupun melalui transfer.

"Transaksi yang didalami saat ini antara pemberian secara cash dan gunakan sarana perbankan. Keduanya sedang kami dalami baik yang menggunakan rupiah maupun dolar," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Meski demikian, lanjut Febri, belum diketahui pasti berapa total dugaan suap yang diterima direktur BUMN tersebut.

"Belum ada informasi yang pasti (berapa) uang yang diamankan dan sedang didalami indikasi transaksi melalui sarana perbankan baik menggunakan rupiah maupun dolar," ucapnya tanpa menyebut identitas direktur itu.

Febri mengatakan, diduga uang tersebut merupakan suap terkait proyek di Krakatau Steel yang berasal dari seorang kontraktor.

"(Direktur Krakatau Steel) diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan punya dan kerja sama dalam hal ini dengan BUMN tersebut," jelasnya.

Febri menjelaskan keterangan lengkap mengenai konstruksi kasus tersebut akan disampaikan pada konferensi pers Sabtu (23/3).[] Sumber: kumparan.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.