23 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


KPK Temukan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinkes Aceh 1,15 Triliun

...

  • Rino Abonita
  • 11 July 2018 15:55 WIB

Ilustrasi. @Republika
Ilustrasi. @Republika

BANDA ACEH - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Aceh dengan nilai Rp1,15 triliun dalam penggeledahan dilakukan pada Rabu, 11 Juli 2018, pagi.

"Sejauh ini ditemukan dokumen-dokumen proyek seperti Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Kesehatan Aceh dengan nilai Rp1,15 triliun," sebut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, S.H., dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Rabu.

Sebelumnya, Tim KPK kembali mengamankan sejumlah dokumen proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dari sejumlah dinas, Selasa, 10 Juli 2018. Dokumen proyek DOKA tersebut ditemukan di Dinas PUPR Aceh, Kantor Bupati dan Dinas PUPR Bener Meriah.

Sedangkan penggeledahan di Dinas Pora Aceh, disita barang bukti elektronik. "Penyidik memandang sejumlah bukti baru ini akan memperkuat perkara yang sedang ditangani," ujar Febri.

KPK melakukan penggeledahan untuk meneruskan penelusuran bukti-bukti kasus dugaan suap terkait DOKA 2018, yang melibatkan pejabat tinggi di Aceh.

"Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini," kata Febri Diansyah dalam keterangannya, Selasa siang.

Seperti diketahui, KPK menangkap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan dua orang dari pihak swasta, Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri, Selasa, 3 Juli 2018. Irwandi diduga menerima suap dari Ahmadi Rp500 juta. Uang itu bagian dari Rp1,5 miliar yang diduga diminta Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur bersumber dari DOKA 2018.

KPK juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang selama enam bulan, terhitung 6 Juli 2018. Keempatnya, Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri. Pencegahan itu, menurut Febri, untuk memudahkan KPK memeriksa keempatnya jika dibutuhkan keterangan dari mereka.

Irwandi Yusuf, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap itu, membantah semua tudingan KPK. "Saya tidak melakukan apapun. Tidak mengatur fee, tidak menerimafee, tidak ada janji dengan siapapun," ujar Irwandi kepada para wartawan setelah ia diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018, dini hari.

Irwandi menampik tuduhan gratifikasi yang ditujukan kepadanya. "Ada tuduhan gratifikasi. Saya tidak minta hadiah, saya tidak perintahkan orang untuk minta hadiah, saya tidak terima gratifikasi," katanya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.