18 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kunker Gubernur Irwandi Via Udara Lebih Efisien?

...

  • portalsatu.com
  • 01 November 2017 21:00 WIB

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf baru saja selesai melakukan kunjungan kerja ke 10 kabupaten/kota dengan menggunakan pesawat pribadinya, dari tanggal 25- 30 Oktober 2017. Perjalanan tersebut hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 1.125.000 untuk membeli 125 liter pertamax sebagai bahan bakar pesawat shark Aero buatan Slowakia miliknya.

“Ada 10 kabupaten dan kota yang dikunjungi oleh gubernur untuk meninjau proyek-proyek APBA dan Otsus tahun 2017 dengan biaya yang sangat murah, dan ini tidak bisa dilakukan jika bukan dengan pesawat terbang,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Rabu, 1 November 2017.

Mulyadi Nurdin mencontohkan perjalanan gubernur dari Banda Aceh ke Aceh Tenggara. Jika kunker dilakukan dengan jalan darat, maka akan menghabiskan biaya per mobil tidak kurang dari Rp1 juta. Jumlah ini ditambah lagi dengan kebiasaan konvoi puluhan mobil lainnya, yang tentunya sekali jalan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah.

“Dengan menggunakan pesawat, konvoi kendaraan tidak dilakukan karena gubernur langsung ke daerah tujuan via udara, dan setiba di lokasi langsung menggelar pertemuan dengan bupati/walikota setempat dan melakukan peninjauan proyek-proyek pembangunan,” kata Mulyadi lagi.

Mulyadi mengatakan perjalanan Gubernur Irwandi mengelilingi Aceh menempuh jarak sejauh 1.700 kilometer menghabiskan total waktu 6,5 jam terbang. Dalam perjalanannya itu, Irwandi Yusuf terbang bersama Ketua Pengendali dan Percepatan Kegiatan (P2K) APBA Aceh Taqwallah.

Gubernur Irwandi memulai penerbangannya dari Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar menuju Kabupaten Simeulue, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Singkil, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Sabang dan kembali ke Bandara SIM.

“Perjalanan udara ini bisa menghemat waktu dan biaya karena kalau transportasi darat selain jarak tempuh yang menghabiskan cukup banyak waktu, dengan iringan kendaraan yang cukup panjang, jangkauan dari satu daerah ke daerah lainnya juga memerlukan banyak biaya,” ujar Mulyadi Nurdin.

Apalagi, kata Mulyadi, di Aceh saat ini  sudah tersedia 11 bandara yang bisa didarati oleh pesawat, yaitu, Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar), Bandara Rembele (Bener Meriah), Bandara Malikul Saleh (Aceh Utara), Bandara Exxonmobil Oil (Lhoksukon), Bandara Cut Ali (Tapak Tuan), Bandara Maimun Saleh (Sabang), Bandara Senubung (Gayo Lues), Bandara Syekh Hamzah fansuri (Singkil), Bandara Kuala Batee (Abdya), Bandara Cut Nyak Dhien (Nagan Raya) dan Landasan Perintis Kuala Langsa (Langsa).[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.