21 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lagi, Museum Tsunami akan Tanam 14 Ribu Pohon

...

  • portalsatu.com
  • 12 January 2018 18:20 WIB

Syukuran panitia penanaman 13 ribu pohon di Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat 12 Januari 2018. @Ist
Syukuran panitia penanaman 13 ribu pohon di Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat 12 Januari 2018. @Ist

BANDA ACEH –  Setelah menanam 13 ribu pohon di akhir 2017, Museum Tsunami Aceh bersama berbagai komunitas akan kembali menanam 14 ribu pohon dengan berbagai jenis pada pertengahan 2018. Penanaman pohon difokuskan di Alue Naga, Banda Aceh, dan di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar. Bibit tanaman akan ditanggung sepenuhnya oleh Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Krueng Aceh.

Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal SSTP MSi mengatakan, di Alue Naga akan ditanami mangrove. Mangrove berfungsi sebagai pencegah abrasi dan menjadi rumah ikan. Sementara itu, luas lahan yang akan ditanami pohon di kawasan Blang Bintang sekitar 50 hektar. Lahan seluas itu merupakan lahan yang diajukan Museum Tsunami kepada Pemerintah Aceh. 10 tahun mendatang, tidak menutup kemungkinan kawasan tersebut akan menjadi destinasi wisata hutan baru.

“Relawan yang sudah bergabung semoga berkomitmen mewujudkan cita-cita ini,” pungkasnya usai syukuran panitia penanaman 13 ribu pohon di Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat 12 Januari 2018.

Almuniza mengatakan, penanaman pohon kali ini akan dilaksanakan lebih sistematis. Pihaknya akan membentuk sebuah yayasan untuk penanaman pohon di kawasan Blang Bintang. Yayasan tersebut merupakan bentuk legalitas karena akan melibatkan berbagai unsur pemerintah. Di dalamnya bergabung para relawan yang sebelumnya aktif mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pohon oleh Museum Tsunami.

Kepala BPDAS Krueng Aceh Ahmad Sofyan, mengatakan, pihaknya mendukung penuh penanaman 14 ribu pohon. Pihaknya menyatakan siap menanggung jumlah kebutuhan bibit. 

"Pola penanaman mangrove di Alue Naga bisa dengan pola mengerucut maupun kelompok. Dirinya mengusulkan supaya bibit mangrove dibudidayakan di sana. Jadi, penanaman pohon mangrove selanjutnya tidak perlu lagi mendatangkan bibit luar," katanya.

Kata Sofya, penanaman pohon di kawasan Blang Bintang akan melibatkan berbagai instansi pemerintahan, seperti Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP), BPDAS, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

"Pohon-pohon yang ditanam di Blang Bintang nantinya diharapkan menjadi hutan serbaguna yang memiliki jenis tanaman langka. “Itu adalah cita-cita kita bersama,” lanjutnya.[] (rel)

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.