26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lapas Lhoksukon Over Kapasitas, Program Pembinaan Ditingkatkan

...

  • Fazil
  • 17 November 2020 17:10 WIB

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi [Foto: Fazil]
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi [Foto: Fazil]

Kapasitas Lapas Lhoksukon 150 orang, tapi jumlah warga binaan di sana sudah mencapai 406 orang.

LHOKSUKON – Jumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhokseukon sudah over kapasitas. Pihak Lapas harus bertugas ekstra dalam melakukan pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, Yusnaidi, Selasa 17 November 2020, mengatakan,  jumlah warga binaan di Lapas Lhoksukon kini sebanyak 406 orang, sedangkan kapasitasnya hanya 150 orang. Meski demikian pihaknya terus berusaha melakukan pembinaan secara maksimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Solusinya kita akan tingkatkan program pembinaan baik dalam bentuk cuti bersyarat, pembebasan bersyarat dan juga salah satunya sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang program asimilasi. Jadi, narapidana bebas asimilasi di rumah sudah kita laksanakan hampir 200 orang di Lapas Kelas IIB, bagi napi yang sudah memenuhi persyaratan untuk tindak pidana umum yang hukumannya dua per tiga pada 31 Desember 2020," jelas Yusnaidi.

Yusnaidi menambahkan, dengan adanya program pembinaan berupa asimilasi, cuti bersyarat, pembebasan bersyarat tentunya itu sangat membantu. Akan tetapi dengan catatan narapidana tersebut berkelakuan baik, maka baru diusulkan terhadap program-program dimaksud. Namun, apabila ada yang melakukan pelanggaran tata tertib di Lapas maka tidak akan diusulkan.

Selain itu, untuk mengatasi overload atau melebihi kapasitas di Lapas itu, bila ada napi yang berbuat masalah akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) lainnya. Bahkan sudah beberapa kali pihaknya memindahkan sebagaimana napi yang dimaksudkan itu baik ke Lapas  Meulaboh, Blang Pidie, Benermeriah maupun Langsa, karena faktor keamanan. Alasannya mereka dipindahkan ada yang bertengkar, mencoba melarikan diri dan membuat gangguan kemananan di dalam Lapas.

Kebijakan seperti diambil setelah ada izin dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Aceh, untuk dilakukan pemindahan atau pembinaan lebih lanjut di Lapas lain.

Menyangkut perluasan lahan atau Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi menjelaskan bahwa tidak ada tempat lagi untuk diperluaskan karena lokasinya sudah sangat sempit. Namun, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk pembangunan Lapas baru, yang lahannya bantuan dari Pemerintah Aceh Utara terletak persis di belakang Kantor Polres Aceh Utara dengan luas arela kurang lebih sekitar 5 hektar. Untuk saat ini lahan itu dalam bentuk hibah, namun demikian pihaknya akan berupaya untuk menjadi hak milik Lapas Kemenkumham.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Pemkab Aceh Utara untuk membuat sertifikat hak milik Kemenkumham. Mudah-mudahan ke depan dapat berjalan lancar berkenaan pembangunan Lapas baru, supaya lokasinya lebih luas lagi bagi narapidana," ungkap Yusnaidi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.