18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Laskar Berkarya Aceh Desak Ahmad Basarah Minta Maaf Soal 'Suharto Guru Korupsi'

...

  • PORTALSATU
  • 06 December 2018 09:35 WIB

BANDA ACEH - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Berkarya Aceh, Jufriza, mendesak Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, meminta maaf terkait pernyataannya 'Suharto guru korupsi'.

“Kami akan terus mendesak agar yang bersangkutan meminta maaf kepada keluarga besar Suharto dan masyarakat Indonesia, juga kepada semua kader Partai Berkarya,” kata Jufriza melalui pernyataannya, Rabu, 5 Desember 2018.

Laskar Berkarya Aceh menuntut Ahmad Basarah meminta maaf karena tudingannya terhadap Suharto tidak sesuai fakta. "Dan tidak punya bukti sama sekali, maka kami menyesalkan adanya statement tersebut," ujarnya.

“Seharusnya dia (Ahmad Basarah) selaku Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak sepantasnya mengeluarkan statement tersebut jika memang tidak ada bukti ataupun data. Janganlah membohongi publik dengan cara mengatakan seperti itu. Itu sama saja menyebarkan hoax,” kata  Jufriza.

Dilaporkan ke Bawaslu

Melansir detik.com, Ahmad Basarah dilaporkan ke Bawaslu terkait tudingan Wasekjen PDIP itu yang menyebut Presiden ke-2 Indonesia Suharto merupakan guru korupsi. Pelaporan ini dilakukan atas nama Oktoberiandi. Laporan dimasukkan ke bagian Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Kami Pemuda Peduli Soeharto sama Advokat Peduli Soeharto ingin melaporkan Saudara Ahmad Basarah yang berucap bahwa Pak Harto adalah guru korupsi Indonesia," ujar Oktoberiandi di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.

Basarah diduga melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 280 ayat 1 huruf c tentang Pemilu. Pasal tersebut berisi larangan menghina seseorang berdasarkan agama, suku, ras, calon atau peserta pemilu lain.

Oktoberiandi yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya, mengatakan ucapan Basarah tidak sesuai dengan fakta. Menurut Oktoberiandi, Suharto tidak pernah terlibat sebagai pelaku korupsi.

"Karena apa yang diucapkan beliau ini tidak benar dengan apa fakta yang terjadi. Beliau mengatakan bahwa Pak Harto guru korupsi di negeri ini, sementara kita semua tahu, selama 20 tahun proses reformasi, beliau tidak pernah diputus secara inkrah sebagai pelaku korupsi, apalagi menjadi guru korupsi," tuturnya.

Oktoberiandi mengaku melaporkan atas nama pribadi, tidak membawa partai. Dia meminta Bawaslu memeriksa dugaan pelanggaran tersebut. "Saya ke sini bertindak secara pribadi untuk melaporkan hal ini, tidak ada instruksi dari Partai Berkarya," ujarnya.

"Kami berharap Bawaslu dapat menginvestigasi permasalahan ini karena kami melihat beliau sebagai salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional Pak Jokowi-Ma'ruf Amin, melakukan satu tindakan yang menurut kami tidak terpuji, baik sebagai tim kampanye, pelaksana, maupun peserta pemilu, beliau juga pejabat negara di negeri ini," sambungnya.

Sebelumnya, Basarah juga dilaporkan pengagum Suharto, Anhar, ke Bareskrim Polri terkait tudingan yang menyebut Suharto guru korupsi. Anhar mengaku resah atas pernyataan Basarah tersebut. Laporan Anhar itu tertuang dalam laporan Nomor LP/B/1571/XII/2018/BARESKRIM. Anhar melaporkan Basarah dengan Pasal 156 KUHP.

Ia juga dilaporkan aliansi pencinta Suharto yang tergabung dalam Hasta Mahardika Soehartonesia pada Senin (3/12) di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/6606/XI/2018/PMJ/Dit.reskrimum.

Pernyataan 'Suharto guru korupsi' sebelumnya disampaikan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Basarah menyebut negara telah menetapkan pencanangan program pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Hal ini disebutkan dalam Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 untuk menegakkan hukum terhadap terduga pidana korupsi.[](rel)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.