12 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dukung Aksi Mahasiswa
LBH Banda Aceh Berkantor di Jalan Bersama Massa Aksi

...

  • PORTALSATU
  • 26 September 2019 09:50 WIB

Syahrul. Foto istimewa
Syahrul. Foto istimewa

BANDA ACEH - Mahasiswa di Aceh akan kembali turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi, 26 September 2019, untuk menolak beberapa RUU bermasalah yang sedang dipaksa untuk disahkan oleh anggota DPR RI. 

"Aksi di Aceh telah terjadi tiga hari berturut-turut. Dan kami yakin aksi ini akan terus berlangsung dan semakin besar jika pemerintah pusat baik DPR RI dan Presiden masih diam terhadap tuntutan mahasiswa," kata Direktur YLBHI-LBH Banda Aceh, Syahrul, S.H., M.H., Rabu, 25 September 2019, malam.

Sebagaimana ketahui, beberapa permasalahan yang memicu perlawanan dari mahasiswa adalah meminta untuk tidak dibahasnya RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan. Selain itu, meminta dibatalkan UU KPK yang baru, UU Sumber Daya Alam. Meminta untuk dipercepat pembahasan RUU PKS, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

"Selain itu, yang juga menjadi masalah adalah terkait dengan Pimpinan KPK yang baru yang diduga bermasalah yang telah dipilih oleh DPR. Menolak TNI, Polri menempati jabatan sipil, meminta untuk segera menghentikan pelanggaran HAM di Papua dan sekitarnya. Hentikan upaya kriminalisasi aktivis, dan hentikan serta tangkap otak pelaku pembakaran hutan," ujar Syahrul.

Sebagai salah satu lembaga yang concern terhadap demokrasi, penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia, kata Syahrul, LBH Banda Aceh akan menjadi bagian dari perjuangan besar yang saat ini sedang dilakukan mahasiswa. "Maka LBH Banda Aceh akan berkantor di jalan bersama teman-teman mahasiswa yang sedang berjuang," tegasnya.

Syahrul menyebutkan, upaya berkantor di jalan bersama massa aksi ini adalah wujud nyata LBH Banda Aceh untuk mendukung langkah mahasiswa mendesak pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. "Selain itu LBH Banda Aceh akan menyediakan layanan bantuan hukum secara cepat dan langsung jika dalam aksi ini terjadi upaya kriminalisasi atau perilaku tidak manusiawi terhadap peserta aksi," ujarnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.