11 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lebih 2.300 Pasangan di Aceh Menikah dalam Masa Pandemi Covid-19

...

  • ANTARA
  • 01 June 2020 15:00 WIB

Ilustrasi - Pasangan pengantin memperlihatkan kartu nikah usai melaksanakan ijab kabul di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (1/2/2019). ANTARA/Irwansyah Putra
Ilustrasi - Pasangan pengantin memperlihatkan kartu nikah usai melaksanakan ijab kabul di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (1/2/2019). ANTARA/Irwansyah Putra

BANDA ACEH  - Sebanyak 2.303 calon pengantin di Aceh telah melaksanakan akad nikah dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Proses pernikahan itu berlangsung April hingga Mei 2020.

"Iya, sepanjang pandemi (Covid-19, red) sekitar 2.000 lebih pasangan yang telah akad nikah," kata Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kanwil Kemenag Aceh, Hamdan, di Banda Aceh, Senin, 1 Juni 2020.

Hamdan menjelaskan, di tengah masa darurat Covid-19, sekaligus kebijakan pembatasan larangan akad nikah di luar kantor urusan agama (KUA) sejak April hingga Mei, dan sepanjang itu juga tercatat 3.096 pasangan telah mendaftar nikah di KUA.

Menurut Hamdan, pada April terdapat 2.164 pendaftaran nikah di Aceh, dan langsung melaksanakan akad nikah. Lalu, pada Mei sebanyak 900 pasangan mendaftar nikah di KUA, tapi hanya 139 calon pengantin yang melaksanakan akad pada bulan itu juga.

Hamdan menyebutkan, meskipun di tengah wabah Covid-19 layanan nikah di KUA tetap berjalan. Namun, terdapat beberapa peraturan yang harus diikuti, seperti akad nikah harus di KUA, serta pelaksanaannya wajib mengikuti protokol kesehatan.

"Semua aturan yang diberlakukan di masa darurat Covid-19, seperti yang hadir ke pernikahan hanya 10 orang, wajib pakai masker dan lainnya, itu sudah berlangsung dengan sebaik mungkin," kata Hamdan.

Hamdan mengatakan, kini telah dibolehkan pelaksanaan akad nikah di masjid, dengan mengikuti protokol kesehatan seperti tamu yang hadir hanya 30 orang, memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19, serta waktu pertemuan seefisien mungkin.

Dia menyebutkan, kebijakan itu diambil setelah terbitnya Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

"Namun, untuk tata cara pelaksanaannya lebih rinci, kita masih menunggu surat edaran dari Ditjen Bimas Islam Kemenag RI," kata Hamdan.[]Sumber: antaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.