19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lebih Kuat dari 10 Bom Atom, Ini Senjata Paling Mematikan Korea Utara

...

  • Intisari Online
  • 20 May 2019 20:30 WIB

Ilustrasi - tentara Korea Utara. (National Interest)
Ilustrasi - tentara Korea Utara. (National Interest)

15 November 1974, sepasukan tentara Korea Selatan ditempatkan di dekat Korangpo-ri, di zona demiliterisasi Korea. Mereka kemudian melihat uap naik dari permukaan bumi di dekat tempat mereka berkemah.

Salah satu prajurit Korea Selatan dengan mata tajam memerhatikan gelombang panas naik dari tanah dan mendekat untuk menyelidikinya.

Ketika dia mendengar suara-suara dari lubang kecil, dia mengaitkan bayonet ke senapannya dan memeriksa.

Dia lalu menembakkan senapannya ke dalam lubang, tapi apa yang terjadi?

Sebuah tembakan peluru Korea Utara terbang ke arahnya dari terowongan.

Pasukan Korea Selatan di zona demiliterisasi waktu itu, telah mendengar ledakan dan aktivitas bawah tanah selama lebih dari setahun, dan melihat peralatan penggalian berat bergerak di sisi perbatasan Korea Utara.

Namun, ini adalah terowongan pertama yang ditemukan.

Lima hari kemudian, Komando PBB mengirim Cdr Angkatan Laut AS. Robert M. Ballinger dan Mayor Marinir Anthony Nastri untuk memeriksa terowongan.

Karena protokol mengharuskan mereka tetap tidak bersenjata, mereka dikawal oleh pasukan yang dipimpin oleh Mayor Laut Korea Kim Hah-chul.

Ketiga perwira itu adalah veteran Perang Vietnam.

"Bob menurunkan dirinya lebih dulu ke dalam lubang, diikuti oleh Tony. Kurang dari satu menit kemudian (pada pukul 1:20 siang), sebuah ledakan besar meledak yang menewaskan Bob seketika."

"Tentara Korea Selatan dengan cepat menarik Tony keluar dari lubang."

Waktu itu mereka tidak pernah dapat menentukan jenis alat peledak yang tepat.

Entah itu jebakan, bahan peledak belaka, atau tambang yang dikendalikan oleh pemerintah.

Kemudian inspeksi mengungkapkan apa yang disebut Terowongan Pertama Agresi telah dibangun dari dinding beton, lampu listrik, area penyimpanan senjata dan akomodasi tidur.

Bahkan ada kereta api dengan gerobak yang terpasang.

Terowongan itu memiliki panjang lebih dari dua mil, sepertiganya berada di sisi perbatasan Korea Selatan, dan memiliki ruang yang cukup untuk dua ribu tentara untuk melewatinya per jam.

Menurut kertas putih pertahanan Korea Selatan, Kim Il-sung telah memerintahkan kampanye pembangunan terowongan dalam sebuah pertemuan pada tanggal 25 September 1971.

Dengan agak optimis, pembangunan terowongan itu dikatakan bisa lebih kuat dan efektif daripada sepuluh bom atom yang disatukan.

Terowongan-terowongan itu adalah cara paling ideal untuk menembus garis depan yang dibentengi oleh Korea Selatan.

Kampanye pembangunan terowongan seharusnya selesai pada tahun 1975.

Empat bulan setelah terowongan pertama ditemukan, sebuah terowongan yang jauh lebih besar ditemukan tiga belas mil di utara Cheorwon, di pusat zona demiliterisasi.

Terowongan Ketiga ditemukan pada 1978 , hanya 27 mil di utara Seoul, dalam jarak beberapa mil dari "desa gencatan senjata" Panmunjom dan American Camp Kitty Hawk.

Terowongan Ketiga ini, yang dalamnya 240 kaki dan menembus empat ratus meter melewati zona demiliterisasi.

Korea Utara awalnya membantah bertanggung jawab atas terowongan itu, yang melanggar gencatan senjata yang ditandatangani pada tahun 1953, kemudian mengklaim itu digali untuk penambangan batu bara.

Hari ini Terowongan Ketiga telah menjadi objek wisata yang populer.

Jadi, bukan nuklir senjata mematikan Korea Utara, melainkan jaringan-jaringan terowongannya.

Penulis: Muflika Nur Fuaddah.[]Sumberintisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.