20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Li Ching Yuen: Hidup 2,5 Abad, Sebelum Meninggal Beberkan Rahasia Umur Panjangnya

...

  • PORTALSATU
  • 10 October 2018 15:00 WIB

@Li Ching Yuen. @Human and Health
@Li Ching Yuen. @Human and Health

Sulit membayangkan bagaimana manusia bisa memiliki umur panjang hingga dua abad lamanya. Hingga kini mungkin banyak orang mencari tahu, bagaimana caranya bisa berumur panjang, entah dengan obat, operasi, atau cara lainnya.

Namun, percaya atau tidak, tenyata di dunia ini memang ada manusia yang bisa melampaui hal itu dan berhasil hidup hingga lebih dari 2,5 abad.

Ia adalah, Li Ching Yuen, seorang pria tertua yang dilaporkan pernah hidup di dunia ini seperti dikutip dari New York Times tahun 1930.

Menurut laporan, ia hidup selama 256 tahun, dan selama itu pula, Li dinobatkan sebagai manusia tertua yang pernah hidup di dunia.

Li disebutkan lahir pada tahun 1736, sementara catatan lain yang disengketakan menyebutkan ia lahir tahun 1677. Kedua rentang usia yang diklaim berusia 197 dan 256 tahun jauh melebihi masa hidup terkonfirmasi terpanjang 122 tahun. Namun, tanggal lahirnya tak ada yang mengetahui secara pasti.

Menurut catatan, Professor Wu-Chung Chieh dari Universitas Chengdu, menemukan dokumentasi ucapan selamat pada Li saat ulang tahunnya yang ke-150 tahun 1827.

Bahkan, lebih banyak dokumen lain yang memberinya ucapan selamat pada ulang tahunnya yang ke-200 menurut NYTimes.

Menurut catatan tersebut, orang-orang tua di lingkungan Li menyebutkan ia sudah menjadi pria dewasa ketika mereka masih anak-anak.

Ketika berumur 10 tahun, Li memulai kariernya sebagai ahli tanaman obat dan selama hampir 40 tahun menjalani diet dengan herbal, goji, berry, lingzi, ginseng liar, dll. Dia terus mengkonsumsinya hampir selama 100 tahun lebih, dalam hidupnya.

Selain memiliki usia panjang, Li juga memiliki perjalanan hidup yang cukup rumit, dilaporkan ini telah menikah sebanyak 23 kali dan memiliki 200 anak. Hingga pada akhirnya, ketika ia ditanya tentang rahasia kehidupannya yang panjang ia menjelasakannya.

Sebelum meninggal Li mengatakan, "Tetaplah tenang, duduk seperti kura-kura, berjalan dengan lincah seperti burung merpati, dan tidur seperti anjing."

Kata-kata itu mungkin sulit untuk dipahami. Namun beberapa orang menanggapnya kata-kata itu bukanlah kata-kata biasa, tapi ada makna rahasia di baliknya.

Penulis: Afif Khoirul M.[]Sumber: intisari.grid.id

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.