11 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lima Anggota DPRA Pansus ke Gayo Lues

...

  • Win Porang
  • 06 July 2020 15:30 WIB

Tim Pansus DPRA Dapil VIII saat pertemuan dengan Wabup, Sekda dan para kepala SKPK Gayo Lues. Foto: Win Porang
Tim Pansus DPRA Dapil VIII saat pertemuan dengan Wabup, Sekda dan para kepala SKPK Gayo Lues. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN – Lima Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan VIII turun ke Kabupaten Gayo Lues dalam rangka tugas Pansus terkait LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2019.

Lima anggota DPRA Dapil VIII (Gayo Lues dan Aceh Tenggara) itu Ali Basrah (Golkar), Yahdi Hasan (PA), Nurdiansyah Alasta (Demokrat), Junedi (Hanura), dan Rijaluddin (PKB).

Tim Pansus DPRA Dapil VIII itu mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani, Sekda H. Thalib dan para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), di Oproom Setda Gayo Lues, Senin, 6 Juli 2020.

Dalam pertemuan itu, Ketua Pansus DPRA Dapil VIII, Ali Basrah, mengatakan pihaknya melaksanakan tugas Pansus di Kabupaten Gayo Lues selama empat hari, Senin hingga Kamis.

"Kami akan melihat langsung penggunaan dana Otsus tahun 2019. Yang menjadi pertanyaan kami sekarang, kenapa 40 persen dana Otsus yang diberikan ke kabupaten/kota tidak bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," kata Ali Basrah.

Menurut Ali Basrah, Kabupaten Gayo Lues saat ini berada di peringkat ketiga paling bawah dibandingkan kabupaten/kota lain di Aceh. Hal ini terkait angka kemiskinan hingga kasus stunting, dan persoalan sektor pendidikan.

"Kalau mengenai laporan keuangan (mendapat opini) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), semua kabupaten/kota di Aceh mendapatkan WTP. Tetapi yang kami pansus ini adalah mengenai infrastruktur, pendidikan, pemerintahan, dan yang lainnya yang dibiayai anggaran Otsus, APBA dan (Dana Bagi Hasil/DBH) Migas," jelasnya.

Tim Pansus meminta laporan realisasi penggunaan dana Otsus tahun 2019 kepada Pemkab Gayo Lues. “Karena kita ingin melihat secara langsung realiasi proyek bersumber dari dana Otsus tahun 2019 di Gayo Lues,” tutur Ali Basrah.

Anggota tim Pansus, Rijaluddin, menyebut pihaknya turun ke lapangan didampingi tim ahli dari Unsyiah untuk menilai secara langsung hasil penggunaan dana Otsus, APBA, DBH Migas, dan tata kelola pemerintahan. Tim ahli itu akan menilai kualitias semua hasil pekerjaan/proyek yang sudah dikerjakan tahun 2019 lalu.

"Kalau berbicara mengenai angka, baik itu angka kemiskinan, stunting, pendidikan dan pengangguran, sebaikanya kita ‘menghadap tembok saja’. Ini adalah murni bahwa Gayo Lues masih jauh berada di bawah," kata Rijal.

Sekda Gayo Lues, Thalib, mengatakan Bappeda akan menyiapkan data diperlukan tim Pansus DPRA, baik tahun 2019 maupun 2018 yang ada SiLPA-nya, sehingga data tersebut benar-benar akurat.

"(Ke depan) kami sangat berharap agar pembangunan jalan tembus dari Gayo Lues ke Abdya, dan dari Gayo Lues ke Aceh Timur, bisa terus ditingkatkan. Jalan ini sangat membantu perekonomian Gayo Lues. Kami juga sedang membuka jalan Gayo Lues ke Aceh Tamiang, namun terkendala hutan lindung, mohon dibantu anggota DPRA," pintanya.

Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, mengatakan kritikan dan saran disampaikan anggota DPRA adalah motivasi bagi Gayo Lues untuk lebih maju ke depannya. Dia juga meminta para kepala SKPK bekerja lebih sungguh-sungguh menindaklanjuti kritikan dan saran anggota DPRA.

"Apa yang disampaikan anggota DPRA ini memotivasi kita agar tidak lalai. Jadi, kita harus terus berbenah dalam peningkatan ekonomi maupun mengatasi masalah kemiskinan," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.