23 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lima Catatan Kritis MaTA Tentang Kebijakan Raskin Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 13 December 2017 16:40 WIB

Kantor MaTA. @dok. portalsatu.com
Kantor MaTA. @dok. portalsatu.com

LHOKSUKON - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) memiliki beberapa catatan tentang beras miskin (raskin) di Kabupaten Aceh Utara. Salah satunya, kebijakan raskin gratis merupakan janji politik di masa kampanye Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih, yaitu H. Muhammad Thaib (Cek Mad) dan Fauzi Yusuf (Sidom Peng).

Hal itu disampaikan Koordinator Badan Pekerja MaTA, Alfian, kepada portalsatu.com, Rabu, 13 Desember 2017 via jejaring sosial WhatsApp. Kata Alfian, ada lima catatan kritis MaTA tentang raskin di Aceh Utara.

"Pertama, kebijakan raskin gratis merupakan janji politik di masa kampanye calon bupati dan wakil bupati terpilih saat ini. Apabila janji ini tidak dipenuhi, maka kebohongan nyata sedang berjalan. Ini sangat berbahaya dalam keberlangsungan hidup rakyat Aceh Utara ke depan," ujar Alfian.

Kedua, lanjut Alfian, alasan pihak eksekutif tidak ada dana perlu diklarifikasi kembali karena anggaran eksekutif tahun ini masih dalam jumlah besar, dimana prinsip penganggaran daerah wajib prorakyat. "Benar, anggaran trasfer pusat menurun akan tetapi proses anggaran tetap mengacu pada skala prioritas, bukan pada keinginan sepihak yang selama ini sering mareka praktekkan," kata Alfian.

Alfian menyebutkan, ketiga, legislatif perlu memastikan anggaran untuk raskin gratis tetap ada. Karena anggaran belanja di legislatif malah meninggkat dari tahun sebelumnya, sehingga publik jangan menilai "uang rakyat" habis untuk mereka saja, sementara di saat rakyat butuh perjuangan dari parlemen, mereka abai dan ini patut dipertanyakan, dimana rakyat subjek dari konstituen mereka yang sah.

"Poin ke empat, Bupati dan Wakil Bupati jangan buang badan terhadap pemasalahan tersebut, karena kebijakan adalah tanggung jawab penuh mereka dan publik sudah cerdas dalam menilai tiap kebijakan yang dikeluarkan. Terakhir, tuntutan publik saat ini adanya kembali raskin gratis merupakan kepatutan yang menjadi hak mereka. Itu harus diperhatikan oleh semua pihak demi keberlangsungan hidup," kata Alfian. []

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.