16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Limbah Freeport Indonesia Rugikan Negara Hingga Rp 185 Triliun

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 19 March 2018 17:30 WIB

Anggota BPK RI Rizal Djalil menunjukkan gambar satelit kerusakan wilayah Papua akibat limbah PT Freeport Indonesia, Jakarta, 19 Maret 2018. @Megiza Asmail /Anadolu Agency
Anggota BPK RI Rizal Djalil menunjukkan gambar satelit kerusakan wilayah Papua akibat limbah PT Freeport Indonesia, Jakarta, 19 Maret 2018. @Megiza Asmail /Anadolu Agency

BPK temukan dua pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh PTFI

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan adanya kerugian negara mencapai lebih dari Rp 185 triliun disebabkan dari penggunaan hutan lindung dan pembuangan limbah oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di wilayah Papua.

Anggota BPK Rizal Djalil mengungkapkan sejak BPK menyampaikan hasil audit tentang dugaan PTFI sejak 333 hari lalu hingga kini tidak ada good-will dari pihak Freeport untuk mengatasi persoalan lingkungan di Papua.

"Ini pemeriksaan BPK pertama yang komprehensif soal lingkungan. Ditemukan dua masalah yang disebabkan oleh PTFI. Keduanya yaitu penggunaan hutan lindung dengan melanggar hukum, dan pembuangan limbah di batas kewajaran," ujar Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Melalui hasil perhitungan tenaga ahli IPB, BPK mendapati bahwa PTFI telah menimbulkan perubahan ekosistem akibat pembuangan limbah operasional penambangan (tailing) di sungai, hutan, estuari, dan kini telah mencapai kawasan laut.

Tercatat, nilai ekosistem yang dikorbankan dari wilayah yang terdampak limbah di ModADA (Modified Ajkwa Deposition Area atau daerah pengendapan Ajkwa yang dimodifikasi) mencapai Rp 10,7 triliun. Kemudian kerusakan di area Estuari (daerah perairan tempat bertemunya air tawar dari sungai dan air laut) mencapai Rp 8,2 triliun. Sedangkan dampak limbah di wilayah laut Papua menyentuh angka Rp 166 triliun.

"Ini karya BPK yang bergengsi. Sangat tajam dan dalam. [Ditemukan kerugian hingga] Rp 185 triliun dari kerusakan limbah," tutur Rizal.[]Sumber:anadoluagency

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.