13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lokakarya 2 Hari di Istanbul, Mengupas Hubungan Turki Utsmani dan Dunia Melayu

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 01 July 2018 15:22 WIB

Lokakarya 'Studi Samudera Hindia dan Dunia Melayu di Republik modern Turki', di Fatih Sultan Mehmed Waqaf Universitas (FSMVU), Istanbul, 28-29 Juni 2018. @Istimewa
Lokakarya 'Studi Samudera Hindia dan Dunia Melayu di Republik modern Turki', di Fatih Sultan Mehmed Waqaf Universitas (FSMVU), Istanbul, 28-29 Juni 2018. @Istimewa

HUBUNGAN antara Turki Utsmani dan dunia Melayu didiskusikan di dalam lokakarya di Fatih Sultan Mehmed Waqaf Universitas (FSMVU) di Istanbul, berjudul “Studi Samudera Hindia dan Dunia Melayu di Republik modern Turki" dan diletakkan di atas meja dari hubungan Ottoman-Malaysia. Acara itu dilangsungkan pada 28-29 Juni 2018.

Prof. Dr. Musa Duman, Rektor Fatih Sultan Mehmed Waqaf Universitas mengatakan, geografi Melayu adalah wilayah yang memiliki populasi Muslim terbanyak di dunia Islam. Dan tidak dapat dihindarkan bahwa kita harus kerjasama di dalam bidang budaya dan pendidikan sama geografi tersebut itu.

Ada ahli akademisi akademis yang ahli di bidang tersebut itu berpartisipasi di dalam aktiviti ini dilakukan di “Pusat Turki Uthmani dan Dunia Melayu” (OSMAD) di Topkapi kampus.

Kata rektör Musa Duman mengingkatkan bahwa pusat hubungan Turki Utsmani dan Dunia Melayu di Fatih Sultan Mehmed Waqaf Universitas (FSMVU) mengenai usulan pendirian di tahun 2015.

"Pusat yang didirikan di universitas kami akan menjadi pusat penelitian tentang dunia Melayu. Geografi Timur Jauh terletak di jantung kita. Dan geografi Melayu adalah wilayah yang memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia Islam. Tidak dapat dihindari bagi kita untuk membuat hubungan sama geografi besar ini di dalam bidang budaya dan pendidikan," kata Rektor Musa Duman.

Prof Dr. Musa Duman mengatakan bahwa pihaknya mendukung publikasi untuk wilayah tersebut. Dalam hal ini, kat dia, karya yang berjudul "Açe Darüsselam Sultanlingi", sebuah produk penelitian yang dilakukan selama lebih dari sepuluh tahun, telah dipublikasi antara publikasi FSMVU.

Sementara Prof. Dr. Serdar Demirel, dosen di Universitas Ibn Haldun, mengatakan, ada lebih 500 juta populasi di kawasan dunia Melayu. Prof. Dr. Demirel mengkatan, siswa Turki dipilih akan belajar bahasa Melayu, dan siswa dari dunia Melayu akan belajar bahasa Turki secara timbal balik. Dan siswa siswi tersebut itu akan melakukan studi akademik di berbagai bidang.

Prof. Dr. Demirel menggarisbawahi bahwa lembaga ini akan bekerja sama dan membuat lebih banyak upaya aktif dengan institusi institusi seperti Maarif Vakfi, Yunus Emre Enstitüsü, dan Badan Kerjasama dan Pemgembangan Internasional Turki (TIKA).

Pada kesempatan tersebut, Dr. Mehmet Özay, dosen di Universitas Ibn Haldun, menekankan bahwa penting bagi dunia akademisi dan berbagai lembaga negara untuk datang bersama-sama melalui lokakarya yang bertujuan menangani hubungan Turki Utsmani dan Dunia Melayu dalam berbagai dimensi.

Ozay menginformasikan bahwa lokakarya akan memakan waktu dua hari dan lokakarya ini bertujuan untuk membangun jembatan antara akademisi yang telah berkontribusi oleh karya mereka tentang Samudera Hindia dan Dunia Melayu dan perwakilan dari berbagai lembaga negara untuk hubungan yang lebih dekat. Jadi penelitian dan penelitian baru dapat dilakukan dengan tepat.

Özay menunjukkan bahwa penekanan akan ditempatkan pada restrukturisasi karya akademis di bidang yang relevan dalam lokakarya. 24 peserta berkumpul untuk lokakarya ini selama 2 hari dari berbagai universitas dan lembaga negara yang berbeda.[]

Artikel berita ini diterjemahkan dari Anadolu Agency (aa.com.tr)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.