12 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahasiswa Gelar Aksi Elpiji 3 Kg di Pengadilan Lhokseumawe, Ini Tuntutannya

...

  • Fazil
  • 05 November 2019 11:10 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Massa aliansi organisasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh menggelar aksi dukungan terhadap Mursidah untuk dapat dibebaskan melalui putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Selasa, 5 November 2019.

PantauanĀ portalsatu.com, massa aksi mahasiswa itu berkumpul di depan Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe untuk berorasi sekitar pukul 09.40 WIB. Mengawali aksi itu sejumlah mahasiswa turut memperagakan jual beli gas elpiji 3 kg di pangkalan. Ditampilkan dalam adegan itu warga sudah lama mengantre di pangkalan untuk mendapatkan gas elpiji. Namun pihak pangkalan menyatakan gas sudah habis dan tidak ada stok lagi yang dapat dijual kepada warga. Warga kemudian melakukan protes terhadap pemilik pangkalan saat dinyatakan gas elpiji habis. Lalu datang aparat untuk mengamankan warga yang melakukan protes di pangkalan tersebut.

Aksi mahasiswa itu dijaga ketat pihak kepolisian baik di dalam maupun luar Gedung PN Lhokseumawe. Sebagian polisi juga mengatur arus lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di jalan depan PN tersebut.

Sementara itu, terdakwa Mursidah pun sudah tiba di depan PN Lhokseumawe yang datang dengan menumpang mobil pikap. Mursidah mengenakan baju warna biru, jilbab hitam berbunga yang menggendong anaknya masih kecil dengan raut wajah sedih. Mursidah langsung dikawal mahasiswa.

Sebelum Mursidah dibawa masuk ke dalam gedung PN, terlebih dahulu mahasiswa mengajak duduk dikerumunan massa aksi. Mahasiswa lantas melanjutkan orasinya secara bergantian yang menyampaikan dukungan penuh untuk Mursidah.

(Mursidah menggendong anaknya dikawal mahasiswa tiba di PN Lhokseumawe. Foto: Fazil/portalsatu.com)

Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal, Muhammad Fadli, dalam orasinya menyampaikan, pihaknya melihat telah terjadi sebuah peristiwa ketimpangan hukum di Lhokseumawe yang dialami Mursidah ketika membongkar salah satu kecurangan pangkalan gas elpiji 3 Kg di kota tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan melawan segala cara terhadap kezaliman yang dirasakan rakyat kecil.

"Terkait Kak Mursidah yang dituntut 10 bulan oleh JPU Kejari Lhokseumawe, kami meminta kepada para majelis hakim yang akan membacakan vonis atau putusan hari ini (Selasa), untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya, yakni dibebaskan," ujar Fadli.

Fadli menambahkan, hakim harus berpihak kepada rakyat kecil yang tidak bersalah. Karena pada dasarnya prinsip hukum itu ada tiga, yakni keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Kata dia, pihaknya meminta putusan seadil-adilnya dengan melihat dari nilai-nilai kemanusiaan.

"Kita meminta majelis hakim untuk memvonis bebas Kak Mursidah atas dakwaan perusakan barang atau Pasal 406 KUHP," ungkap Fadli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.