05 December 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Rencana Investasi BPKH di Baitul Asyi

...

  • BBC Indonesia
  • 14 March 2018 16:30 WIB

BANDA ACEH - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Rakyat Aceh Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di lobi kantor Gubernur Aceh, Rabu, 14 Maret 2018. Dalam aksi tersebut, mereka meminta penjelasan langsung dari Gubernur Aceh terkait rencana investasi BPKH RI di tanah Baitul Asyi, di Mekkah.

"Kita baru mendapat keterangan dari BPKH dan Jusuf Kalla bahwa mereka akan mengelola tanah wakaf tersebut. Karena itu kita melakukan aksi ini dan kita ingin menanyakan kepada pak Gubernur, kok bisa tiba-tiba BPKH ingin mengelola tanah wakaf tersebut," kata koordinator aksi, Ridho Rinaldi, kepada awak media usai unjuk rasa di kantor Gubernur Aceh.

Ridho menilai rencana investasi tidak berbeda dengan keinginan mengelola tanah wakaf. Menurutnya kedua hal tersebut sama-sama menginginkan keuntungan dari aset wakaf yang ada di kawasan Masjidil Haram tersebut.

"Yang namanya investasi dengan mengelola ini maknanya hampir sama, ujung-ujungnya ingin memperoleh keuntungan daripada tanah tersebut. Kalau memang dilepaskan, nanti hasilnya akan dibagi-bagi, untuk Aceh sekian, Pusat sekian. Hari ini, saya rasa sudah bagus, tanah wakaf tersebut dikelola oleh pemerintah Arab Saudi, jamaah haji Aceh sudah merasakan manfaatnya," ujarnya lagi.

Massa juga mempertanyakan feedback apa yang bakal diperoleh Aceh setelah BPKH berinvestasi di Baitul Asyi. Mereka bahkan meminta pemerintah untuk tidak lagi memberikan harapan palsu kepada warga Aceh.

"Jangan jadi pemerintah pengecut. Mahasiswa menolak semua yang direncanakan oleh BPKH dengan Jusuf Kala, Aceh ini bermartabat. Kita siap berjuang untuk mempertahankan ini," kata salah satu orator dalam aksi tersebut. 

Dalam aksi ini, para demonstran turut membawa spanduk bertuliskan, "Hari ini tanah wakaf, besok tanah Mak Kah." Para demonstran mengatakan masyarakat Aceh tidak akan punah meskipun dalam akad wakaf Habib Bugak menyebutkan, tanah tersebut boleh dimanfaatkan oleh muslim Melayu Asia Tenggara (jawi) jika warga Aceh sudah tidak lagi datang ke Mekkah. 

"Kita Rakyat Aceh tidak akan punah," kata orator aksi. 

Para peserta aksi juga mengatakan banyak hasil alam Aceh yang telah disedot dan dimanfaatkan pemerintah Pusat. Mereka mencontohkan seperti minyak, gas, emas dan hasil bumi lainnya. Namun, massa mahasiswa ini mengaku siap untuk menjaga tanah wakaf warisan indatu Aceh tersebut.

"Kita siap menjaga tanah indatu kita," kata orator aksi. 

Kedatangan para demonstran ke kantor Gubernur Aceh mendapat sambutan dari Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin. Pemerintah Aceh juga mengundang lima orang perwakilan demonstran untuk berdialog langsung dengan Gubernur Aceh. "Lima orang mahasiswa ini akan dipersilahkan masuk bertemu gubernur untuk diberikan penjelasan," kata Mulyadi.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menerima anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab, di Istana Wakil Presiden. Pertemuan tersebut melaporkan rencana investasi BPKH di Arab Saudi.

Anggito mengatakan, dalam waktu dekat BPKH akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Islamic Development Bank (IDB) dan beberapa investor. Pertemuan ini dalam rangka membahas peluang kerja sama investasi dan penempatan dana. Salah satu rencana investasi tersebut yakni membangun hotel diatas tanah wakaf milik Pemerintah Aceh yang ada di Mekah.

"Kami akan melakukan kerja sama dengan IDB dan juga akan bertemu dengan beberapa pihak investor di Arab Saudi, untuk melakukan administrasi yang paling dekat adalah dengan tanah wakafnya Aceh di Mekah kemudian ada beberapa kesempatan-kesempatan investasi Arab Saudi yang lain," ujar Anggito, Jumat 9 Maret 2018.

Anggito mengatakan, Pemerintah Aceh memiliki tanah wakaf yang letaknya sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. Tanah wakaf milik Aceh tersebut sudah diikrarkan untuk investasi.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.