20 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahasiswa Sorot Dana Kegiatan Reses dan Peningkatan Kapasitas DPRA

...

  • Fazil
  • 29 March 2019 12:40 WIB

Muhammad Sabar. Foto: istimewa
Muhammad Sabar. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) mempertanyakan mengapa di akhir masa jabatan anggota DPRA periode 2014-2019 dan tahun politik (pemilu), dana kegiatan reses mencapai Rp11,95 miliar. Anggaran tahun 2019 itu lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jika kita bandingkan dengan tahun lalu, dalam RUP Swakelola Setwan Aceh tahun 2018 bahwa pagu kegiatan reses Rp8,62 miliar lebih. Padahal, masa kerjanya juga sama yaitu penuh 12 bulan, sedangkan tahun 2019 masa kerjanya hanya tinggal beberapa bulan lagi dan tidak penuh 12 bulan. Akan tetapi anggarannya tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun lalu. Mestinya tahun ini anggarannya harus lebih kecil," kata Wakil Ketua BEM Unimal, Muhammad Sabar, kepada portalsatu.com, Jumat, 29 Maret 2019.

Di samping itu, lanjut Sabar, alokasi dana peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRA tahun 2019 mencapai Rp13,18 miliar lebih. Kata dia, anggaran tahun ini begitu banyak dianggarkan untuk perjalanan dinas anggota dewan, hal ini sangat sensitif terhadap potensi penyalahgunaan anggaran dikarenakan saat ini tahun politik. Karena, kata dia, bisa saja muncul dugaan masyarakat bahwa penggunaan anggaran oleh DPRA sebagai modal untuk berkampanye bagi anggota dewan yang maju kembali sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.

"Jangan jadikan reses dan hal serupa lainnya sebagai modus untuk menyerap aspirasi. Ini kan tahun politik, jadi dugaan seperti ini pasti muncul di kalangan masyarakat, apalagi dari kalangan mahasiswa, dengan anggaran sebanyak ini digunakan untuk kegiatan reses. Lebih konyol lagi kegiatan ini dilaksanakan menjelang Pemilu 2019, sedangkan jabatan DPRA juga akan berakhir pada tahun yang sama," ungkap Sabar.

Sabar juga menyoroti tanggapan Ketua DPRA berdasarkan berita ditayangkan portalsatu.com bahwa kegiatan reses tahun ini belum dimulai. "Ini sangat konyol jika seperti ini jawaban Ketua DPRA dengan kondisi Aceh seperti saat ini, yang seharusnya kegiatan ini telah dilaksanakan jauh hari sebelumnya," kata Sabar.

Baca2019 Dana Kegiatan Reses  DPRA Rp11,95 Miliar Lebih

"Seharusnya anggota dewan lebih peka terhadap keadan masyarakat saat ini yang lebih membutuhkan dan lebih penting. Anggaran sebanyak ini dapat digunakan untuk meningkatkan SDM masyarakat Aceh. Karena masih banyak rakyat Aceh yang miskin dan pengangguran. Pemerintah juga harus membuka mata untuk melihat bagaimana keadaan masyarakat Aceh," ujar Sabar.

Sabar turut menyoroti dana peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRA 2019. Menurut dia, sangat aneh rasanya pada tahun terakhir masa jabatan anggota DPR Aceh mempunyai program terakhir hanya penggunaan alokasi dana peningkatan kapasitas. Hal ini menunjukkan bahwa anggota DPRA tidak memiliki kapasitas sebelumnya dan tidak  mempunyai program yang lebih unggul yang memihak kepada rakyat. "Jika menjadi anggota dewan, namun tidak memiliki kapasitas, sebaiknya jangan menjadi anggota dewan".

"Bagaimana akan membawa aspirasi masyarakat apabila secara kapasitas belum ada. Masyarakat itu harus bergantung pada yang bisa diandalkan yang bisa diharapkan serta bisa membawa perubahan bukan berharap kepada dewan yang asik jalan-jalan. Tugas dewan itu bukan jalan-jalan keluar daerah maupun keluar negeri, tetapi untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh. Apabila ada anggota dewan yang suka jalan-jalan, maka lebih baik jadi duta wisata saja," ujar Sabar.[]

Lihat pulaPeningkatan Kapasitas DPRA Rp13 M, GerTaK: Tak Punya Kapasitas Jangan Jadi Dewan

Ini Kata Sekwan Soal Dana Peningkatan Kapasitas dan Reses DPRA

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.