23 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahathir Mohamad: Israel Akar Pencipta Teroris Islam

...

  • PORTALSATU
  • 29 September 2018 17:00 WIB

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. @Istimewa/sindonews
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. @Istimewa/sindonews

NEW YORK - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menunjukkan kemarahannya terhadap Israel saat berpidato di sidang Majelis Umum PBB. Mahathir dengan tegas mengatakan bahwa pembentukan negara Israel adalah "penyebab utama" terorisme Islam dan membenarkan Palestina mengangkat senjata melawan Israel.

“Perang melawan teroris saat ini tidak akan berakhir sampai akar penyebabnya ditemukan dan dihapus serta hati dan pikiran dimenangkan. Apa penyebab utamanya? Pada tahun 1948, tanah Palestina disita untuk membentuk negara Israel. Orang-orang Palestina dibantai dan dipaksa meninggalkan tanah mereka. Rumah dan pertanian mereka dirampas,” kata Mahathir saat berpidato di sidang Majelis Umum PBB.

“Frustrasi dan marah, tidak mampu melawan perang konvensional, orang Palestina menggunakan apa yang kami sebut terorisme,” sambungnya.

“Dunia tidak peduli bahkan ketika Israel melanggar hukum internasional, merebut kapal yang membawa obat-obatan, makanan, dan bahan bangunan di perairan internasional. Orang-orang Palestina menembakkan roket yang tidak efektif yang tidak menyakiti siapa pun. Balas dendam besar-besaran dilakukan oleh Israel, meroket dan membom rumah sakit, sekolah dan bangunan lain, menewaskan warga sipil yang tidak bersalah termasuk anak-anak sekolah dan pasien rumah sakit,” ujarnya seperti disitir dari Breitbart, Sabtu, 29 September 2018.

Ia pun menekankan posisinya terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Dunia memberi imbalan kepada Israel dengan sengaja memprovokasi Palestina dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata PM Mahathir.

"Ini adalah kemarahan dan frustrasi orang-orang Palestina dan simpatisan mereka yang menyebabkan mereka menggunakan apa yang kami sebut terorisme," tukasnya.

Pada bulan Desember 2017, Majelis Umum PBB mengesahkan langkah-langkah yang mengecam pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Reporter: Berlianto.[]Sumber: sindonews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.