16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahathir Sebut Israel Sebagai 'Negara Perampok' Tanah Palestina

...

  • Intisari Online
  • 26 March 2019 14:00 WIB

Mahathir Mohamad. Foto The Star
Mahathir Mohamad. Foto The Star

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjuluki Israel sebagai sebuah "negara perampok". Mahathir juga menegaskan dirinya sangat menikmati setiap hubungan yang dijalin negaranya dengan berbagai negara, kecuali dengan Israel.

Namun, Mahathir menyatakan baik dirinya maupun Malaysia tidak membenci dan menentang orang Yahudi. Yang mereka benci adalah tindakan Israel sebagai sebuah negara yang menduduki tanah Palestina.

"Kami tidak menentang orang Yahudi tetapi kami tidak bisa mengenali Israel karena pendudukannya atas tanah Palestina," kata Mahathir.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya yang disiarkan stasiun penyiaran lokal, selama kunjungan tiga hari ke Pakistan, 23 Maret 2019, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

“Anda tidak dapat merebut tanah orang lain, dan membentuk negara. Ini tak ubahnya seperti sebuah negara perampok,” tegas Mahathir.

Pernyataannya itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan sudah waktunya bagi AS untuk mengakui kendali Israel atas Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.

Israel telah lama mendorong Washington untuk mengakui klaimnya atas wilayah yang direbutnya dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967.

Israel menempati sekitar dua pertiga dari Dataran Tinggi Golan yang secara de facto diperolehnya sebagai hasil dari perang yang dimenangkannya.

Kepindahan mereka, untuk secara resmi mencaplok wilayah itu pada tahun 1981, dianggap sebagai sebuah suatu tindakan yang ditolak oleh anggota Dewan Keamanan PBB secara bulat.

Di luar pernyataannya, kehadiran Mahathir di Pakistan juga menghasilkan penandatanganan perjanjian dagang antara Pakistan dan Malaysia senilai AS$900 juta.

Kesepakatan itu termasuk pendirian pabrik mobil di Pakistan oleh perusahaan otomotif Malaysia, Proton Holdings.

Selain itu, berbagai kesepakatan lain juga terwujud seperti di bidang telekomunikasi, makanan halal, dan teknologi informasi.

Menteri Keuangan Asad Umar mengatakan kepada wartawan bahwa Malaysia telah menunjukkan minatnya dalam pengadaan pesawat JF-17 Thunder dari Pakistan.

Kedua pihak juga sepakat untuk membuka cabang bank masing-masing di negara masing-masing, tambahnya.

Penulis: Ade S.[]Sumber: intisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.