24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Malaysia Batalkan Proyek Kereta Api yang Didukung China

...

  • portalsatu.com
  • 27 January 2019 16:00 WIB

Ilustrasi kereta cepat. Foto/Ist
Ilustrasi kereta cepat. Foto/Ist

KUALA LUMPUR - Menteri ekonomi Malaysia mengatakan bahwa Negeri Jiran itu akan membatalkan proyek East Coast Rail Link (ECRL) dengan kontraktor China Communications Construction Co (CCCC). Malaysia beralasan biaya untuk proyek senilai USD20 miliar (sekitar Rp280 triliun) tersebut terlalu besar.

Di sisi lain, Mohamed Azmin Ali memberikan jaminan bahwa Malaysia tetap akan menerima investasi dari China berdasarkan kasus per kasus. "Kabinet telah membuat keputusan ini karena biaya untuk mengembangkan ECRL terlalu besar dan kami tidak memiliki kapasitas finansial," kata Azmin seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/1/2019).

Pemerintah Malaysia, kata dia, masih menentukan berapa yang harus dibayar CCCC untuk biaya pembatalan proyek. Bunga atas proyek itu mencapai setengah miliar ringgit atau sekira USD120 juta per tahun.

"Kami tidak sanggup menanggung ini, jadi proyek ini harus dihentikan tanpa memengaruhi hubungan baik kami dengan China," tegasnya.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Agustus lalu bahwa proyek kereta api itu akan dibatalkan untuk saat ini, tetapi pemerintah sejak itu mengatakan sedang dalam negosiasi dengan CCCC mengenai masa depan jalur kereta api itu.

Dia juga mengumumkan pada bulan Agustus pembatalan proyek lain yang didukung China, pipa gas alam di negara bagian Sabah, Malaysia Timur.

Sejak berkuasa Mei lalu, Mahathir berulangkali berjanji untuk menegosiasikan ulang atau membatalkan apa yang disebutnya kesepakatan infrastruktur yang tidak adil dengan China yang disahkan oleh pendahulunya Najib Razak.

Proyek ECRL adalah salah satu proyek infrastruktur China di Malaysia yang pekerjaannya ditangguhkan sambil menunggu pembahasan mengenai harga dan tuduhan korupsi.

Proyek ECRL adalah salah satu yang terbesar yang ditandatangani oleh China di bawah inisiatif tanda tangan Belt and Road, serta salah satu proyek kereta api terbesar milik kontraktor negara, CCCC.

Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS mengeluarkan laporan yang memeringkat ECRL sebagai proyek Belt and Road terbesar kedua berdasarkan estimasi biaya, setelah proyek kereta api kecepatan tinggi Moskow-Kazan senilai UD21,4 miliar di Rusia.[]Sumber: sindonews.com

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.