27 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mapesa Meuseuraya di Makam Raja Jeumpa

...

  • Jamaluddin
  • 22 October 2018 10:00 WIB

Mapesa bersama mahasiswi UIN Ar-Raniry dan masyarakat Geuceu Kayee Jato di Kompleks Makam Raja Jeumpa, 21 Oktober 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com
Mapesa bersama mahasiswi UIN Ar-Raniry dan masyarakat Geuceu Kayee Jato di Kompleks Makam Raja Jeumpa, 21 Oktober 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) bersama mahasiswi UIN Ar-Raniry dan masyarakat meuseuraya di Kompleks Makam Raja Jeumpa, di Gampong Guceu Kayee Jato, Kecamatan Bandar Raya, Banda Aceh, Minggu, 21 Oktober 2018, sore.

Mereka melakukan pembersihan dan penataan kembali nisan-nisan sudah rebah, tertimbun, bahkan ada yang patah.

"Masyarakat lazim menyebut nama kompleks ini dengan 'Kompleks Makam Raja Jeumpa'. Umumnya nisan-nisan ini berasal dari abad ke-16  17, 18, hingga 19 Masehi. Nisan-nisan itu mewakili beberapa abad," kata Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi.

Mizuar mengatakan, jumlah nisan di kompleks tersebut diperkirakan mencapai 30 pasang.

Namun, hampir setengah area tanah makam itu, di atasnya telah didirikan bangunan tempat tinggal oleh warga.

Warga pemilik tanah Kompleks Makam Raja Jeumpa, Adli, mengatakan dahulu sebelum dilakukan meseuraya oleh Mapesa, kompleks makam itu jarang mendapat perhatian karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang Batu Nisan Aceh secara luas. Bahkan, ada warga yang menyangka makam itu peninggalan Hindu.

"(Setelah mengetahui ini merupakan peninggalan sejarah) kami akan selalu mengingatkan dan berpesan kepada generasi mendatang supaya ke depan makam itu selalu dirawat dengan baik," kata Adli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.