21 February 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Marwadi: Pengalihan Aset Eks-PT Arun ke Patna Masih dalam Proses

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 08 January 2018 20:00 WIB

@kanalaceh
@kanalaceh

LHOKSEUMAWE - Marwadi Yusuf, Wakil Direktur Utama PT Patriot Nusantara Aceh (Patna), perusahaan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe mengatakan, pengalihan aset lahan eks-PT Arun NGL dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) masih dalam proses pembahasan.

"Benar, masih ada kendala masalah status kepengelolaan aset eks-(PT) Arun untuk KEK. Namun hal itu sedang proses pembahasan pengalihan dari LMAN ke Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Arun yaitu PT Patna," jelas Marwadi saat dihubungi portalsatu.com, Jumat, 5 Januari 2018.

Marwadi yang saat dihubungi sedang berada di Jakarta dalam rangka membahas perkembangan KEK Arun Lhokseumawe dengan pemerintah pusat juga menjelaskan isi pembahasan antara pihaknya dengan LMAN, di antaranya menginventarisir kembali aset-aset mana saja yang nantinya akan dipegang oleh PT Patna.

 "Kita harap pengalihan aset segera terwujud, karena banyak sekali investor luar negeri yang berminat berinvestasi. Saya tidak ingat nama-namanya, tapi salah satunya perusahaan asal Yordania yang ingin membangun pabrik pupuk NPK di kawasan PT PIM, Krueng Geukueh (Aceh Utara)," terangnya.

Sementara itu, Nurzahri, Ketua Komisi II (Bidang Perekonomian, Perdagangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup) DPR Aceh, Senin, 8 Januari 2018, menerangkan, tidak hanya masalah aset, tertundanya peresmian KEK Arun juga terkait belum selesainya pengalihan status perubahan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) menjadi Persereon Terbatas (PT).

Ditargetkan, enam bulan ke depan persoalan peralihan PDPA ke PTPA harus selesai. Termasuk seleksi calon direktur utama melalui proses fit and propert test juga harus selesai.

"Kemudian DPRA juga sedang membahas Rancangan Qanun KEK, saya belum tahu naskah akademiknya seperti apa. Tapi dalam dua hari ini akan dibahas dalam rapat Prolegda tahun 2018 dengan beberapa rancangan qanun lainnya. Target kita tahun ini harus selesai," terang Nurzahri.

Nurzahri mengaku tidak tahu detail apa saja yang diteragkan dalam Rancangan Qanun KEK Arun Lhokseumawe, karena dirinya belum menerima naskah akademiknya. Namun, ia berharap, persoalan yang masih menghambat proses KEK Arun bisa segera diselesaikan.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.