24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Lhokseumawe
Masa Tenang, Satpol PP dan Panwaslih Copot Alat Peraga Kampanye

...

  • Fazil
  • 14 April 2019 12:00 WIB

Foto: Fazil
Foto: Fazil

LHOKSEUMAWE - Satpol PP dan Panwaslih Lhokseumawe melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) di kawasan kota ini, hari pertama masa tenang pemilu, Minggu, 14 April 2019.

Penertiban APK itu dipimpin Ketua Panwaslih Lhokseumawe, Teuku Zulkarnain, dan Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi, didampingi anggota Panwaslih, Sofhia Annisa, dan Muzakir, pihak KIP Lhokseumawe, Panwascam, personel Polres Lhokseumawe, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

Sejumlah APK yang terpasang di tepi jalan protokol, pohon, termasuk di persimpangan kawasan kota tersebut, diturunkan. Berbagai jenis APK peserta pemilu tersebut kemudian dikumpulkan oleh anggota Satpol PP ke dalam truk untuk diamankan.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi, mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti ketentuan perundang-undangan terkait Pemilu 2019. APK peserta pemilu harus ditertibkan saat memasuki masa tenang. "Sejak tadi malam (Minggu, 14 April 2019), sekitar pukul 00.00 WIB, itu sudah tidak dibolehkan lagi adanya kampanye, termasuk alat peraga kampanye tersebut".

"Jadi, karena hari ini kita melihat masih ada APK yang tidak ditertibkan oleh peserta pemilu, sehingga kita (Satpol PP) dan Panwaslih Kota Lhokseumawe melakukan penertiban APK tersebut," kata Irsyadi, kepada wartawan, Minggu.

Penertiban itu direncanakan tuntas dalam satu hari. Namun, kata Irsyadi, setelah dievaluasi nanti sore (Minggu) dan melihat perkembangan di lapangan, apabila memang perlu dilanjutkan besok (Senin), maka akan dilanjutkan kembali. 

"Untuk lokasi penertiban itu di wilayah Kota Lhokseumawe. Jadi, kita utamakan di seputaran jalan protokol terlebih dahulu, Jalan Medan-Banda Aceh, kemudian nanti di jalan-jalan kecamatan yang terdapat di empat kecamatan," ujar Irsyadi.

Ketua Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Panwaslih Lhokseumawe, Sofhia Annisa, menyebutkan, masa tenang dilarang berkampanye dalam metode apapun, termasuk APK. "Jadi, jika misalnya ada yang berkampanye dalam masa tenang maka itu masuk dalam pelanggaran pemilu kampanye di luar jadwal".

"Sanksinya itu sesuai diatur dalam pasal tindak pidana pemilu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Selain itu, kampanye melalui media sosial juga salah satu bentuk metode kampanye, artinya dalam masa tenang tidak boleh berkampanye dalam bentuk apapun," ungkap Sofhia Annisa.

Sofhia mengajak masyarakat agar bersama-sama menyukseskan Pemilu 2019. "Kalau misalnya ada peserta pemilu atau tim pelaksana kampanye yang melakukan pelanggaran, berkampanye di masa tenang, itu bisa melaporkan kepada kami Panwaslih Lhokseumawe maupun Panwascam atau Panitia Pangawas Gampong (PPG) di setiap gampong," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.