16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Menampung 3.500 Jemaah
Masjid Agung Subulussalam Ikon Bumi Sada Kata

...

  • SUDIRMAN
  • 13 June 2018 20:45 WIB

Ribuan jemaah salat Tarawih dan Witir di Masjid Agung Kota Subulussalam. @Sudirman/portalsatu.com
Ribuan jemaah salat Tarawih dan Witir di Masjid Agung Kota Subulussalam. @Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSAALAM - Masjid Agung Subulussalam saat ini menjadi ikon di Bumi Sada Kata sejak difungsikan pada awal Ramadan 1439 H dihadiri Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., bersama sejumlah pejabat Muspida menggelar salat Tarawih dan Witir perdana bersama ribuan jemaah. 

Masjid yang dapat menampung 3.500 jemaah ini terletak di Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang, Kota Subulussalam. Masjid Agung dibangun di atas lahan seluas satu hektare lebih, posisinya sangat strategis berada sebelah kiri arah menuju pusat kota, atau sebelah kanan menuju kompleks pemerintahan Kota Subulussalam. 

Bangunan Masjid Agung secara keseluruhan belum sempurna, khususnya di bagian luar, seperti halaman masjid, pagar, tempat parkir dan MCK. 

Sementara di bagian dalam hampir rampung 100 persen, kecuali bagian depan ruang imam tinggal pemasangan panel Glassfiber Reinforced Cement (GRC). 

Konstruksi bangunan ini terlihat sangat megah dibalut dengan relief dan ornamen GRC Karawangan, terutama di bagian dalam, sementara di bagian luar akan diselesaikan tahun ini.

Bendahara Pembangunan Masjid Agung, H. Rahmadi kepada wartawan, Rabu, 13 Juni 2018, mengatakan, tahun 2018 ini, pemerintah kembali mengalokasikan dana Rp10 miliar bersumber dari Otsus untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung, pemasangan GRC di dinding bagian luar masjid.

Sementara seluruh dinding bagian dalam telah dibalut menggunakan relief dan ornamen GRC sehingga bangunan masjid tampak megah. Di bagian dalam juga terdapat empat tiang bulat berukuran besar warna kuning emas sehingga memberi kesan lebih indah seperti yang terlihat di lantai II dan III ruang salat. 

Sedangkan di lantai dasar menyediakan lokasi tempat mengambil wuduk laki-laki dan perempuan. Di bagian luar masjid juga terdapat dua bangunan MCK bagi kaum laki-laki dan perempuan sebelah kiri di bagian belakang rumah ibadah tersebut.

Ia menjelaskan, pembangunan Masjid Agung dimulai 2014 lalu sumber dana APBK senilai Rp200 juta, dilanjutkan  empat tahun berikutnya secara berturut-turut sumber dana Otsus mulai 2015 senilai Rp2 miliar, 2016 Rp10 miliar dan 2017 Rp14 miliar. Pada 2018 kembali mendapat kucuran dana sebesar Rp10 miliar, sehingga totalnya Rp36,2 miliar.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.