27 May 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


'Masyarakat Aceh Butuh Pengetahuan tentang Bencana'

...

  • PORTALSATU
  • 09 January 2017 23:10 WIB

Ilustrasi - banjir.@dok.portalsatu.com
Ilustrasi - banjir.@dok.portalsatu.com

BANDA ACEH – Bencana alam “silih berganti” terjadi di Aceh. Selepas gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya, sejumlah kabupaten/kota lainnya kemudian dilanda banjir, longsor, dan puting beliung.

Raden Mas Teguhprawira Atmaja, mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala, memberikan tanggapan mengenai hal ini.

“Secara historis, Aceh memang rawan terhadap bencana baik itu gempa, longsor, puting beliung maupun banjir. Hal ini dikarenakan letak geografisnya berada di kawasan rawan bencana,” kata Teguh, Senin, 9 Januari 2017.

Teguh mengatakan bencana alam yang terjadi di Aceh sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, sejak zaman nenek moyang sudah ada seperti smong dan iebeuna. Namun, kata dia, kesenjangan informasi menyebabkan indigenous knowledge tentang bencana tidak sampai kepada generasi saat ini.

Oleh karena itu, kata Teguh, masyarakat harus dibekali pengetahuan agar dapat hidup berdampingan dengan bencana, seperti di Jepang.

Teguh berharap pemerintah lebih sadar mengenai daerah Aceh yang rawan bencana. “Pemerintah seharusnya lebih menyadari bahwa masyarakat perlu pengetahuan tentang kesiapsiagaan saat bencana. Sejauh ini pemetaan terhadap daerah bencana sudah ada, tetapi kurangnya sosialisasi membuat masyarakat seakan tidak pernah tahu bahwa daerah mereka adalah daerah rawan bencana,” katanya.

Belajar dari tsunami Aceh 2004, gempa Pijay 2016, dan banjir yang terjadi saat ini, sudah sepantasnya Aceh mulai membangun dan mengubah paradigma untuk membentuk kesiapsiagaan dan harus didukung dengan kebijakan pemerintah.

“Sudah seharusnya pemerintah bekerja sama dengan para pakar di bidang kebencanaan yang ada di Aceh,” kata Teguh.[]

Laporan Saifullah

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.