25 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


MaTA Pertanyakan Hasil Penyidikan Kasus Kas Bon Rp7,5 M Hingga Beasiswa Aspirasi Dewan Rp22 M

...

  • PORTALSATU
  • 08 January 2019 21:30 WIB

Alfian. Foto: dok. lintasgayo
Alfian. Foto: dok. lintasgayo

BANDA ACEH - Masyarakat Trasparansi Aceh (MaTA) mempertanyakan hasil penyelidikan dan penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi di Aceh yang ditangani jaksa dan polisi.  

Di antaranya, menurut MaTA, kasus pinjaman kas bon Pemkab Aceh Utara tahun 2009 senilai Rp7,5 miliar pada Bank Aceh Cabang Lhokseumawe, yang diduga turut melibatkan Muhammad Thaib, mantan Penasihat Bupati, yang kini menjabat bupati. Kasus tersebut ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Koordinator MaTA, Alfian, Selasa, 8 Januari 2019, mengatakan, dalam kasus pinjaman kas bon atau kredit macet Rp7,5 miliar itu, pengadilan sudah menghukum Melodi M. Taher (mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Investasi Setda Aceh Utara), dan Ilyas A. Hamid alias Ilyas Pase (mantan Bupati Aceh Utara).

"Dalam kasus itu sudah terang benderang majelis hakim, merekomendasikan untuk Kejati Aceh mengusut dugaan keterliban Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad. MaTA sudah lama menyurati Kejati Aceh untuk menindaklanjuti rekomendasi majelis hakim. Namun hingga kini belum ada kejelasan, apakah sudah dilanjutkan atau tidak,” kata Alfian di Kantor MaTA di Banda Aceh.

Dikutip portalsatu.com dari kejati-aceh.go.id tentang keterangan pihak Kejati Aceh terkait penetapan tersangka Tgk. IAH (Ilyas Abdul Hamid), dirilis 4 November 2014, disebutkan, hasil pencairan uang pinjaman tersebut tidak masuk ke rekening kas umum daerah. Akan tetapi, dimasukkan ke rekening kredit nomor 04015901337 dan rekening giro 030 01.02.590056-6 atas nama Kabag Ekonomi dan Investasi, dimana specimen ditandatangani oleh Melodi M. Taher atas perintah tersangka Tgk. IAH.

"Uang tersebut atas perintah tersangka dibagikan kepada orang-orang yang tidak ada sangkat pautnya dengan maksud pinjaman daerah tersebut serta untuk kepentingan Melodi M. Taher sehingga telah menyebabkan kerugian negara cq Pemkab Aceh Utara Rp7,5 miliar sebagaimana LHA BPKP Perwakilan Provinsi Aceh Nomor. SR-1121/PW01/05/2014 tanggal 2 Juni 2014".

Mantan Bupati Aceh Utara, Ilyas A. Hamid alias Ilyas Pase, sempat meminta penyidik mengkonfrontir dirinya dengan Muhammad Thaib alias Cek Mad dan Melodi Taher terkait kasus dana pinjaman Rp7,5 miliar itu. Permintaan untuk dikonfrontir itu disampaikan Ilyas Pase saat diperiksa penyidik Kejati Aceh di Banda Aceh, 27 April 2015.

“Ilyas A. Hamid minta kepada penyidik agar bisa dikonfrontir dengan Muhammad Thaib dan Melodi Taher agar perkara dan persoalan ini bisa jelas dan terang, sehingga jelas siapakah yang harus bertanggung jawab dalam kasus tersebut,” ujar Sayuti Abubakar, S.H., kuasa hukum Ilyas A. Hamid kepada portalsatu.com, Rabu, 29 April 2015. (Baca: Ilyas Pase Minta Dikonfrontir Dengan Cek Mad Soal Kasus Rp7,5 Miliar)

Alfian melanjutkan, kasus lainnya yang belum tuntas proses hukum sampai saat ini ialah dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012 yang diduga melibatkan mantan Bupati Darmili.

Selain itu, kata Alfian, penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi ditangani kepolisian juga lambat. Seperti kasus dugaan korupsi dana bantuan pendidikan Pemerintah Aceh tahun 2017 Rp22 miliar lebih dari usulan (aspirasi) dewan yang disinyalir melibatkan sejumlah anggota DPRA. Kasus itu ditangani Polda Aceh. Namun, kata Alfian, hingga kini belum ada yang dijadikan sebagai tersangka.

“Informasi kita terima, kasus bantuan beasiswa itu sudah 66 pejabat diperiksa. Namun hingga kini belum ada kepastian hukum, siapakah yang akan dijadikan tersangka,” kata Alfian.

“Publik bertanya-tanya, mengapa itu belum ada kejelasan. Karena dalam beberapa bulan terakhir tidak ada kepastian,” pungkas Alfian.[](idg)

Penulis: Khairul Anwar

Lihat pula:Kasus Bantuan Pendidikan: Aliran Dana Masuk ke Parpol?

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.