18 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mayoritas Orang Turki Dukung Turki Gabung Uni Eropa

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 14 December 2017 14:20 WIB

@Anadolu Agency
@Anadolu Agency

Meskipun ada kerenggangan politik dengan blok, sebagian besar warga berpendapat, Turki akan meraih manfaat ekonomi jika bergabung dengan UE

ISTANBUL - Survei menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh warga Turki mendukung Turki bergabung dengan blok Uni Eropa (UE).

Menurut Lembaga Pengembangan Ekonomi yang berbasis di Istanbul, 78,9 persen responden setuju jika Turki menjadi anggota UE, atau 3 persen lebih tinggi dari tahun lalu.

Kenaikan terjadi meskipun Turki terlibat dalam sejumlah ketegangan diplomatik dengan anggota-anggota UE sejak tahun lalu, khususnya dengan Jerman dan Belanda.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan di 18 provinsi selama sebulan terakhir, dengan mewawancarai langsung sebanyak 1.300 orang, yang sebagian besarnya adalah warga Turki - 68,8 persen - tidak yakin bahwa Turki akan bergabung dengan UE dalam waktu dekat.

Mereka yang mendukung bergabungnya Turki dengan UE menyebutkan bahwa keuntungan ekonomi adalah alasan utama mereka, dan setengahnya menyebut kemakmuran dan pengembangan ekonomi adalah alasan utama mereka.

38,1 persen responden memilih perjalanan tanpa batas dan peluang pendidikan sebagai alasan mereka, sementara 34,5 persen lainnya menyebut perlindungan demokrasi dan hak asasi manusia.

Di antara mereka yang menentang keanggotaan menyebutkan bahwa keanggotaan itu hanya akan membahayakan identitas dan budaya Turki, serta mengklaim bahwa blok tersebut tidak memiliki masa depan.

Turki mengajukan keanggotaan UE pada 1987 dan perundingan aksesi dimulai pada 2005. Namun, perundingan tersebut sempat terhenti pada 2007 karena pemerintah Siprus Yunani dan oposisi dari Jerman dan Prancis menyatakan keberatan.

Untuk mendapatkan keanggotaan, Turki harus berhasil menyelesaikan negosiasi di 35 bab kebijakan yang mencakup reformasi dan penerapan standar Eropa.

Pada Mei 2016, 16 bab telah dibuka dan ditutup. Meskipun begitu, pada Desember 2016, negara-negara anggota mengatakan tidak akan ada bab baru yang dibuka.[]Sumber:anadolu agency

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.