25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Media Kekurangan 'Nutrisi' Tentang Keberagaman

...

  • portalsatu.com
  • 20 July 2020 20:15 WIB

Para editor media mengikuti FGD tentang keberagaman yang digelar AJI Banda Aceh. [Foto: IST]
Para editor media mengikuti FGD tentang keberagaman yang digelar AJI Banda Aceh. [Foto: IST]

Masih adanya narasi-narasi di media yang tidak toleran, yang mengganggu hubungan antaranak bangsa.

BANDA ACEH -- Pemberitaan media seputar perspektif keberagaman dinilai masih bias. Media masih kurang “nutrisi” dalam menghadirkan berita sensitif terhadap keberagaman.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Editor Media Massa di Aceh yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh bekerja sama dengan American Friends Service Committee (AFSC) di Banda Aceh, Senin, 20 Juli 2020.

Diskusi diikuti 15 editor media massa tersebut dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) seperti memakai masker, cuci tangan dan penerapan physical distancing. FGD diisi dua pemantik diskusi Hotli Simajuntak dan Adi Warsidi.

Ketua AJI Banda Aceh, Misdarul Ihsan mengatakan, tujuan pelaksanaan FGD ini untuk meningkatkan pemahaman, dan pengetahuan para editor media massa mengenai isu keberagaman.

"Targetnya, para editor dapat merumuskan metode peliputan atau naskah pemberitaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, sembari membangun narasi damai di media," ujar Misdarul Ihsan saat membuka diskusi.

Ia berharap, para editor media dalam FGD ini dapat merumuskan pedoman peliputan pemberitaan mengenai isu keberagaman, sehingga nantinya bisa dilaksanakan para jurnalis yang bertugas di lapangan.

Sekretaris AJI Banda Aceh, Afifuddin yang memfasilitasi FGD tersebut menyampaikan, para editor media massa di Aceh sepakat dalam memproduksi berita keberagaman menggunakan narasi toleran untuk mencegah terjadinya perpecahan, serta tidak mengaitkan antara suatu peristiwa dengan RAS. "Dalam diskusi ini para editor sepakat untuk tidak mengaitkan suatu peristiwa dengan agama atau suku," tutur Afifuddin.

Sementara itu pemantik diskusi, Hotli Simajuntak menilai masih adanya narasi-narasi di media, yang tidak toleran, mengganggu hubungan antaranak bangsa. Sehingga perlu adanya pemahaman bersama yang sejuk di media dalam membangun narasi damai.

“Isu media selalu dipengaruhi oleh ideologi wartawan dan media itu sendiri, kita kekurangan ‘nutrisi’ tentang keberagaman,” ungkap Hotli.

Hal sama disampaikan Adi Warsidi. Menurutnya, keberagaman bukan hanya soal agama, tapi juga ras, suku, dan lain sebagainya. Media harus menjadi penyeimbang yang membuat suasana tenang. “Itu menjadi tanggung jawab sosial wartawan,” tegasnya.[red/rilis]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.