15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menangis, Bupati Bener Meriah Akui Suap Gubernur Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 09 November 2018 08:10 WIB

Ahmadi menjalani sidang dakwaan kasus korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/9). Foto:Jamal Ramadhan/kumparan
Ahmadi menjalani sidang dakwaan kasus korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/9). Foto:Jamal Ramadhan/kumparan

JAKARTA - Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi, mengaku menyesali telah memberikan sejumlah uang kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ia akui uang diberikan agar Kabupaten Bener Meriah mendapatkan proyek-proyek yang sumber dananya berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

"Saya menyesali kejadian ini," ucap Ahmadi seraya tersedu-sedu, saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, 8 November 2018.

Ahmadi mengklaim proyek-proyek yang didapatkan dari DOKA untuk kepentingan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah yang kurang tersentuh secara infrastruktur. Ahmadi menyebutkan, bila dana didapatkan, maka proyek itu akan diberikan kepada kontraktor yang ada di daerahnya sebagai bentuk upaya membantu mereka.

"Niat saya membantu, namun secara hukum cara saya salah," kata Ahmadi.

Setelah mengakui perbuatannya, majelis hakim menyarankan kepada Ahmadi agar perbuatannya dijadikan sebagai bahan pelajaran.

"Iya, Yang Mulia. Saya menyesali kejadian ini, semoga Allah SWT memberkati saya setelah ada putusan dari Yang Mulia," kata Ahmadi kembali menangis.

"Saya masih mempunyai keluarga dan anak-anak," sambung Ahmadi seraya mengusap air mata.

Dalam dakwaan, Ahmadi disebut telah memberikan uang suap sebesar Rp 1,05 miliar kepada Irwandi. Uang diberikan melalui stafnya bernama Muyasir. Muyasir menyerahkan uang kepada Irwandi melalui staf Irwandi bernama Hendri Yusal dan orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri. Ahmadi menyerahkan uang secara bertahap yakni Rp 120 juta, Rp 430 juta dan Rp 500 juta.

"Saya yakini bahwa apa yang dilakukan Hendri pastinya telah mendapat persetujuan dari Irwandi Yusuf, sehingga terkait dengan permintaan uang yang diminta oleh Hendri pastinya untuk memenuhi kebutuhan Irwandi Yusuf juga. Hal inilah yang membuat saya tidak ragu untuk memenuhi permintaan uang yang disampaikan kepada saya melalui Muyasir. Betul BAP ini?" tanya jaksa Ali Fikri kepada Ahmadi.

"Betul," jawab Ahmadi.

Menurut jaksa, berdasarkan kesaksian dalam persidangan sebelumnya, sejumlah uang yang diberikan Ahmadi kepada Irwandi ada untuk keperluan Aceh Marathon  2018.

Serta ada yang mengalir untuk keperluan Steffy Burase. Menurut Irwandi, Steffy merupakan wanita yang sempat akan dinikahinya. Steffy mengakui pernyataan Irwandi.

Atas perbuatannya, Ahmadi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.[]Sumber: kumparan.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.