25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mendikbud Diminta Kirimkan Tim Penyelamat Situs Gampong Pande

...

  • portalsatu.com
  • 13 September 2017 20:40 WIB

JAKARTA - Komisi X DPR RI menyerahkan memorandum para pewaris raja dan tokoh masyarakat Aceh terkait proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di situs Gampong Pande, Banda Aceh, ke Mendikbud RI, Muhadjir Effendy. Penyerahan memorandum ini berlangsung di ruang Ketua Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu, 13 September 2017 sekitar pukul 14.30 WIB.

Hadir dalam pertemuan yang dipimpin T Riefky Harsya selaku Ketua Komisi X DPR RI seperti Anwar Idris dan Marlinda Abdullah Puteh. Hadir juga anggota DPRA T Iskandar Daod, dan Dirjen Kebudayaan Mendikbud RI.

Dalam pertemuan itu, Komisi X meminta beberapa hal kepada Mendikbud RI terkait Gampong Pande. Di antaranya menurunkan tim penyelamatan situs Kerajaan Islam Aceh periode 1205 Masehi, yang saat ini berada di Gampong Pande Banda Aceh.

"Kami juga meminta Mendikbud RI mengambil langkah-langkah strategis, termasuk berkoordinasi dan mencari solusi dengan kementrian lain untuk mengevaluasi kembali Proyek IPAL (Instalasi Proyek Air Limbah), yang dibangun oleh Pemerintah Pusat di desa wisata dan kawasan cagar budaya Gampong Pande Kota Banda Aceh," kata T Riefky Harsya.

Seperti diketahui, proyek IPAL senilai Rp107,3 miliar bersumber dana APBK Banda Aceh dan APBN 2017 di Gampong Pande menuai polemik. Pembangunan pembuangan limbah tinja tersebut dinilai telah merusak situs cagar budaya Gampong Pande-Gampong Jawa, Banda Aceh. Padahal, di kawasan situs ini pernah ditemukan mata uang kuno berupa koin emas masa kerajaan Aceh Darussalam beberapa waktu lalu. Di kawasan ini juga pernah ditemukan pedang yang diperkirakan berasal dari masa kerajaan Aceh. 

Selain itu, di kawasan ini juga ditemukan kompleks makam kuno yang diperkirakan berasal dari abad 17 atau abad ke 18 Masehi, dan struktur masjid kuno yang diperkirakan mampu menampung 1000 jamaah. Di kawasan ini juga terdapat struktur bangunan serupa pos bea cukai yang menjadi pintu masuk kapal-kapal dagang ke Krueng Aceh. Struktur bangunan yang dimaksud kini berada di bawah permukaan laut di kawasan Gampong Pande-Gampong Jawa.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.