16 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengapa Makam Jenghis Khan tak Dapat Ditemukan?

...

  • PORTALSATU
  • 11 August 2017 17:20 WIB

Mongolia adalah negara yang terletak di Asia Timur dan memiliki luas sekitar 1,5 juta kilometer persegi. @SAMUEL BERGSTORM Im
Mongolia adalah negara yang terletak di Asia Timur dan memiliki luas sekitar 1,5 juta kilometer persegi. @SAMUEL BERGSTORM Im

MESKIPUN makam Jenghis Khan mungkin berisi peninggalan berharga dari Kerajaan Mongolia kuno, warga di negara itu justru berharap lokasi kuburan itu tetap menjadi misteri.

Mongolia menampilkan bentang alam yang luas untuk sosok legendaris besar. Tak ada jalan atau bangunan permanen, hanya gulungan awan, rumput yang bergoyang dan hembusan angin.

Kami berhenti untuk menenggak teh susu asin di atas karpet yang berada di tenda khusus para pejalan. Kami juga menyempatkan diri untuk memotret kawanan kuda dan kambing yang berkelana.

Terkadang kami berhenti karena memang ingin sekedar berhenti. Provinsi Omnogovi, Mongolia, tak habis dijelajahi menggunakan mobil. Saya tak membayangkan berkeliling daerah ini di atas kuda.

Ini adalah negaranya Jenghis Khan, ksatria yang menaklukkan dunia dari atas pelana kuda. Kisah hidupnya diwarnai penyanderaan, cucuran darah, cinta, dan juga balas dendam.

Itulah sejarahnya. Seseorang menjadi legenda persis ketika dia menghembuskan nafas terakhir.

Jenghis Khan (dikenal di Mongolia sebagai Chinggis Khaan) pernah menguasai hampir semua yang berada di antara Samudera Pasifik dan Laut Kaspia. Terkait kematiannya, ia meminta dikebumikan secara rahasia.

Satu pasukan perang lantas membawa jenazahnya pulang ke kampung halaman. Pasukan itu membunuh siapapun yang mereka temui agar rute menuju pekuburan Khan tetap tak diketahui publik.

Ketika akhirnya sang penguasa itu dikebumikan, para prajurit menunggangi hampir seribu kuda di sekitar makam untuk mengaburkan jejak.

Kini, setelah hampir 800 tahun sejak kematian Jenghis Khan, tak seorangpun menemukan kuburannya.

MongoliaHak atas foto SAMUEL BERGSTORM

Seribu kuda menginjak-injak permukaan tanah di atas makam Jenghis Khan untuk mengaburkan jejak.

"Mereka melakukan apapun untuk menyembunyikan makamnya. Menggali kuburan Jenghis pasti akan merusak keinginannya," kata Uelen.

Pola pikir Uelen itu merupakan sentimen yang biasa dipunyai warga Mongolia lainnya. Warga Mongolia memiliki tradisi panjang dan kebanggaan yang mendalam terhadap negara mereka.

Banyak keluarga di negara itu menggantung potret atau permadani bergambar Jenghis Khan. Beberapa dari mereka bahkan mengaku sebagai keturunan raja.

Di seluruh Mongolia, Jenghis Khan merupakan ikon yang sangat kuat.

Pencarian Makam Jenghis Khan

Di luar tekanan kultural untuk menghormati permintaan terakhir Jenghis Khan tentang kerahasiaan, sejumlah persoalan teknis menghalangi pencarian makam ksatria tersebut.

Mongolia memiliki wilayah yang luas dan belum terbangun secara masif—luasnya lebih dari tujuh kali tapi hanya mempunyai dua persen jalan raya dibandingkan Britania Raya.

Kepadatan penduduk negara itu pun rendah, meski tetap lebih banyak daripada Greenland dan sejumlah negara kepulauan yang terpencil. Lanksap Mongolia pun terdiri dari bentang alam yang masih alami.

Keberadaan manusia di negara itu sepertinya sebatas untuk memberikan ukuran tentang jarak, lengkungan gembala berwarna putih atau kuil batu dengan bendera-bendera peziarah yang berkibar-kibar. Sungguh lanskap yang tetap menyimpan banyak misteri.

Dr Diimaajav Erdenebaatar selama ini telah menaklukkan sejumlah tantangan di bidang arkeologi. Sebagai Kepala Departemen Arkeologi Universitas Negeri Ulaanbaatar yang berkantor di ibu kota Mongolia, dia mengambil bagian dari ekspedisi gabungan pertama pada pencarian makam Jenghis Khan.

Proyek kerja sama Jepang-Mongolia bertajuk Gurvan Gol atau Tiga Sungai fokus ke tempat kelahiran Jenghis Khan di Provinsi Khenti, daerah di mana Sungai Onon, Kherlen, dan Tuul mengalir.

Proyek itu dikerjakan pada 1990, tahun ketika Revolusi Demokrasi Mongolia pecah atau tatkala negara itu secara damai menolak pemerintahan komunis demi menyongsong sistem demokrasi.

Gerakan massa kala itu juga menolak proyek pencarian makam Jenghis Khan. Protes masyarakat menghentikan Proyek Gurvan Gol.

Saya dan Uelun menemui Dr Erdenebaatar di Universitas Negeri Ulaanbaatar untuk membicarakan makam, terutama persamaan antara penelitian yang sedang dikerjakannya dengan sejumlah proyek serupa yang pernah ada.

Sejak 2001, Dr Erdenebaatar sudah mengekskavasi kuburan raja-raja Xiongnu berusia 2000 tahun di Provinsi Arkhangai yang berada di Mongolia tengah. Dia yakin Xiongnu merupakan nenek moyang orang-orang Mongolia—sebuah teori yang juga dikisahkan Jenghis Khan.

Temuan Erdenebaatar mungkin mengungkap tradisi penguburan yang sama dan makam-makam itu bisa saja mengilustrasikan rupa pemakaman Genghis Khan.

Genghis KhanHak atas foto GETTY IMAGES

Menurut kisah yang beredar dari mulut ke mulut, Jenghis Khan dimakamkan di Gunung Khentii.

Untuk memperumit persoalan, ekologis asal Mongolia bernama S Badammkhatan mengidentifikasi lima gunung yang biasa disebut Burkhan Khaldun (walaupun dia berkonklusi bahwa Burkhan Khaldun yang dikenal saat ini bisa saja benar).

Baik Dr Tsolmon maupun saya tidak dapat mendaki Burkhan Khaldun: perempuan tidak diizinkan naik ke gunung yang dikeramatkan. Bahkan, kawasan di sekitar gunung itu pernah ditutup untuk publik, kecuali keluarga kerajaan.

Area yang pernah dianggap sebagai Ikh Khorig atau Great Taboo kini dikenal sebagai area Khan Khentii yang sangat dilindungi dan masuk dalam daftar situs peninggalan dunia versi Unesco.

Sejak meraih predikat itu, Burkhan Khaldun kian berjarak dengan para peneliti, yang artinya, misteri keberadaan Jenghis Khan menggantung.

Menghormati permintaan terakhir sang ksatria

Dengan fakta bahwa makam Jenghis Khan tak dapat tergapai, mengapa persoalan ini tetap menjadi isu yang kontroversial di Mongolia?

Genghis KhanHak atas foto SAMUEL BERGSTORM

Jenghis Khan diyakini meninggalkan konsep imuntas diplomasi dan kebebasan beragama untuk kehidupan Mongolia modern.

Jenghis Khan adalah pahlawan terbear Mongolia. Dunia Barat hanya merujuk pada hal yang pernah ditaklukkan Jenghis Khan, sedangkan orang-orang Mongolia mengingat berbagai yang sudah diciptakannya.

Kerajaan Jenghis Khan menghubungkan timur dan barat dan memantik perkembangan Jalur Sutra. Aturan yang dibuatnya mengabadikan konsep imunitas diplomasi dan kebebasan beragama.

Dia membuat jasa pengiriman yang dapat diandalkan dan memperkenalkan kegunaan uang kertas. Jenghis Khan tak hanya menaklukkan dunia, tapi juga menciptakan peradaban.

Hingga hari ini, dia tetap menjadi sosok besar yang dihargai—itulah alasan orang Mongolia seperti Uelun ingin makam ksatria itu tak terganggu.

"Jika mereka ingin kami menemukannya, pendahulu kami pasti meninggalkan beberapa petunjuk."

Itu adalah ucapan terakhirnya.

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel yang berjudul Why Genghis Khan's tomb can't be found ini di BBC Travel.[]Sumber:BBC

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.