26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Dibangun Dengan Dana Rp10 M lebih
Mengapa Pasar Induk Lhokseumawe Belum Difungsikan? Ini Kata Kabid Perdagangan  

...

  • Fazil
  • 30 May 2018 23:15 WIB

Pasar Induk Kota Lhokseumawe di Jalan Lingkar, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti. @Irman/portalsatu.com
Pasar Induk Kota Lhokseumawe di Jalan Lingkar, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti. @Irman/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Pemko Lhokseumawe belum memfungsikan Pasar Induk yang dibangun di Jalan Lingkar, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, sehingga terkesan terbengkalai. Dibangun sejak tahun 2015 sampai 2017, Pasar Induk Kota Lhokseumawe yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Loskala, Kecamatan Muara Satu, itu sudah menghabiskan dana Rp10 miliar lebih.

Pantauan portalsatu.com beberapa hari lalu, tiga bangunan dalam Kompleks Pasar Induk (Terpadu) Kota Lhokseumawe itu tampak “dikepung” rumput tebal. Di halaman depan dan pos jaga, tidak terlihat penjaga bangunan pasar tersebut.

Data pada situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, pembangunan Pasar Induk itu sudah tiga tahap. Pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe tahap I tahun 2015 senilai Rp2,7 miliar lebih, tahap II (tahun 2016) Rp4,8 miiar lebih, dan tahap III (tahun 2017) Rp2,5 miliar. Artinya, tiga tahap pembangunan Pasar Induk itu menghabiskan dana mencapai Rp10 miliar lebih.

Catatan portalsatu.com, sejumlah bangunan pasar lainnya yang sudah dibangun di Lhokseumawe, akhirnya terbengkalai lantaran tidak difungsikan. Bahkan, ada bangunan pasar yang kini hancur total akibat dijarah, yakni Pasar Sayur dan Kios maupun Pasar Ikan dan Pelelangan Ikan di Dusun Kuta Kareung, Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, Kecamatan Muara Dua. (Baca: Pasar Sayur yang Masih ‘Babak Belur’)

Selain itu, bangunan yang direncanakan menjadi Pasar Modern Kota Lhokseumawe, di kawasan Pusong, Kecamatan Banda Sakti, juga tidak difungsikan alias terbengkalai, sehingga diduga menjadi sarang maksiat. Saat portalsatu.com mengecek lokasi pasar itu pada 26 Maret 2016, di hampir setiap sudut ruangan dalam bangunan dua lantai tampak alat isap sabu (bong). (Baca: Terbengkalai, Pasar Lhokseumawe Diduga Jadi Sarang Maksiat)

Difungsikan awal 2019

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop-UKM) Lhokseumawe, Irwansyah, mengatakan, pembangunan Pasar Induk di Jalan Lingkar menggunakan dana Otonomi Khusus dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurut Irwansyah, Pasar Induk tersebut belum difungsikan lantaran masih akan dilanjutkan pembangunan tahap IV dengan anggaran tahun ini senilai Rp4,1 miliar. “Direncanakan akan dibangun gudang pendingin, dan tempat pembongkaran barang,” kata dia menjawab portalsatu.com lewat telepon seluler, Rabu, 30 Mei 2018, sore.

Namun, pantauan portalsatu.com pada situs LPSE Kota Lhokseumawe, sejauh ini tidak ada atau belum dilelang “Pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe tahap IV”.

Irwansyah menyebutkan, Pasar Induk itu tidak terbengkalai. “Direncanakan dalam tahun 2018 akan difungsikan dan sistemnya tergantung bagaimana kebijakan dari Wali Kota Lhokseumawe. Namun belum bisa dipastikan bulan berapa dapat difungsikan. Yang jelas dalam tahun ini atau awal 2019 pasar induk itu akan beroperasi,” ujarnya.

“Selama ini saya melihat ada peminat dari pengusaha-pengusaha besar yang ingin menyewa pasar tersebut. Tetapi belum ada keputusan yang konkret, karena keputusan dimaksud merupakan kewenangan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Kita pun berharap pasar induk tersebut agar segera dapat difungsikan, jangan sampai terbengkalai, karena mengingat anggaran pun sudah cukup banyak dimanfaatkan untuk pembangunan Pasar Induk. Kita usahakan pada awal tahun 2019 bisa berfungsi secara maksimal,” kata Irwansyah.

Irwansyah melanjutkan, untuk pengawasan terhadap Pasar Induk di Jalan Lingkar itu, salah satunya adalah harus difungsikan supaya dapat terjaga dengan baik. “Intinya pada awal tahun 2019 pasar itu diupayakan dapat beroperasi secara sempurna. Yang mengelolanya adalah Disperindagkop (Disdagperinkop-UKM) Lhokseumawe,” ujarnya.

“Tetapi sebelum berfungsinya Pasar Induk, kita juga bekerja sama dengan warga setempat. Artinya, untuk melakukan pengawasan terhadap pasar itu saat ini tentunya kita tidak membiarkan begitu saja, ada pihak yang kita minta untuk menjaganya,” kata Irwansyah.

Disinggung persoalan Pasar Sayur dan Pasar Ikan di Dusun Kuta Kareung Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, lantaran tidak difungsikan akhirnya hancur total diduga akibat dijarah, Irwansyah mengatakan, “Menyangkut pasar ini, kita mengusulkan kembali untuk provinsi dalam dana Otsus diperkirakan Rp1 miliar. Kita merencanakan pasar tersebut untuk memfungsikan sebagai pasar distribusi atau peralihan Pasar Inpres Lhokseumawe ke lokasi Pasar Cunda tersebut”. 

“Itu yang kita usulkan ke provinsi untuk pembangunan tahun 2018. Namun untuk tendernya itu di Banda Aceh. Karena mengingat Pasar Inpres Lhokseumawe cukup padat sehingga lebih efektif untuk dipindah ke Pasar Cunda,” ujar Irwansyah.[] 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.