31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengenal Ibnu Sina, Dokter Muslim Penemu TBC

...

  • OKEZONE
  • 19 February 2020 11:00 WIB

Ilustrasi Ibnu Sina (Foto: Ist)
Ilustrasi Ibnu Sina (Foto: Ist)

Avicenna yang sering dipanggil Ibnu Sina merupakan dokter, pakar kesehatan yang sudah tak asing lagi. Bahkan, karya-karyanya jadi rujukan dokter di dunia.

Ibnu Sina yang lahir pada tahun 980 dikenal sebagai peletak dasar-dasar ilmu kedokteran. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Canon of Medicine. Buku ini jadi panduan di bidang kedokteran selama ratusan tahun.

Ibnu Sina juga dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran. Di masanya, ia dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran eksperimental. Hal ini berkat sederet penemuan penting di dunia kedokteran, salah satunya tentang tuberculosis (TBC).

Seperti dilansir dari website Jatman, Ibnu Sina merupakan dokter pertama yang mendiagnosa penyakit meningitis, bagian mata, dan katup jantung, serta menemukan saraf yang terhubung dengan nyeri otot.

Mahakaryanya yang hingga saat ini masih menjadi rujukan dan bahan penelitian bagi pegiat di dunia kedokteran yaitu Kitab al-Shifa (Buku Penyembuhan) dan The Canon of Medicine.

Dua buku ini menjadi warisan penting bagi dunia kedokteran di Timur maupun Barat. Bahkan buku The Canon of Medicine yang dalam bahasa Arabnya Al-Qanun fi Tibb dianggap sebagai buku kedokteran eksperimental paling penting dalam sejarah. Bahkan buku itu menjadi kitab suci dunia pengobatan Islam dan Eropa hingga abad ke-17.

Buku tersebut dipakai oleh para dosen kedokteran di Barat untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar sains. Di antara isinya tentang teori dan praktik kedokteran seperti ilmu anatomi, ginekologi, dan pediatri.

Ibnu Sina juga orang yang pertama kali melakukan uji klinis dan mengenalkan farmakologi klinis. Ia juga sudah menulis mengenai penyakit yang sekarang populer semacam kanker, tumor, diabetes dan efek placebo sampai mengenai bedah tumor.

Meski temuan ini pada awalnya sempat ditolak oleh dunia kedokteran Barat, tapi pada akhirnya sebagian bisa diterima, terutama setelah ditemukannya mikroskop.

Di bidang psikologi, jauh sebelum Sigmund Freud, Ibnu Sina sudah menemukan dasar-dasar psikologi modern. Ia mempelopori psikofisiologi, psikosomatik, dan neuropsikiatri, dan temuannya tersebut dituliskan dalam jurnal.

Sejumlah penyakit yang dibahas dalam jurnal di antaranya tentang halusinasi, insomnia, mania, demensia, dan vertigo. Ibnu Sina merupakan ilmuwan, cendekiawan hebat yang perlu dikenal anak-anak era milenial sekarang.[]Sumber:okezone.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.