26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


MPU Aceh Minta Menteri Agama Perjelas Wacana Program Sertifikasi Penceramah

...

  • Fakhrurrazi
  • 09 September 2020 16:08 WIB

Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali [Foto: Kumparan]
Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali [Foto: Kumparan]

Ulama di Aceh akan melihat kejelasan terkait sertifikasi penceramah tersebut, akan mengkaji dan memutuskan apakah perlu atau tidak.

BANDA ACEH – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku H Faisal Ali meminta Menteri Agara (Menag) Fachrul Razi memperjelas tujuan dari wacana program penceramah bersertifikat. Wacana tersebut juga telah menimbulkan polemik dan mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meski demikian kata Lem Faisal, MPU Aceh belum mengeluarkan sikap terkait polemik penceramah bersertifikat tersebut. "Kalau misalnya ditakutkan ada dai yang radikalisme, apa maksud dengan radikalisme. Kalau ditakutkan ada dai yang intoleran, apa yang dimasudkan sengan intoleran," kata Tengku H. Faisal Ali, Rabu, 9 September 2020.

Dikatakan Lem Faisal, MPU Aceh belum memutuskan mendukung atau tidak sebelum diperjelas nilai-nilai yang terkandung dalam sertifikat itu. Untuk itu, diharapkan Menag memperjelas maksud dan definisi-definisi yang akan dimunculkan nantinya.

"Inikan belum tau kita, sesudah dikeluarkan pernyataan dan heboh. Makanya setelah diperjelas oleh pemerintah maka kita lihat nanti perkembangannya bagaimana," ujarnya.

Lem Faisal menyampaikan, ulama di Aceh akan melihat kejelasan terkait penceramah sertifikat tersebut, setelah itu pihaknya akan mengkaji dan memutuskan apakah perlu atau tidak untuk diterapkan di Aceh.  "Agar masyarakat paham dan tidak menjadi sertifikat itu ada kepentingan politik, tetapi sertifikat itu betul-betul untuk kepentingan agama," ungkapnya.

Oleh karena itu, MPU mengimbau para penceramah di Aceh agar memberikan ceramah yang membawa kesejukan di tengah masyarakat, memberikan pencerahan bahwa Islam yang rahmatan lil'alamin.

"Jangan menyampaikan ceramah yang penuh dengan kebencian, jangan suka mengkafirkan orang, membid'ah dan mensyirikkan orang. Jadi harus membawa kesejukan dimasyarakat," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.