27 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mulai 21 Mei, Bus Masuk Aceh Diminta Balik Kanan

...

  • Fakhrurrazi
  • 19 May 2020 17:45 WIB

Kombes Pol Dicky Somdani. Foto istimewa
Kombes Pol Dicky Somdani. Foto istimewa

BANDA ACEH - Mulai 21 Mei 2020 bus yang masuk ke Provinsi Aceh bakal diminta putar balik. Hal ini untuk mengantisipasi ledakan pemudik jelang lebaran Idulfitri 1441 Hijriah. Polda Aceh memperketat pengawasan di perbatasan Aceh-Sumut mengantisipasi masuknya bus dari Sumatera Utara ke Aceh.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol. Dicky Sondani, Selasa, 19 Mei 2020, mengatakan kebijakan itu sesuai dengan hasil rapat virtual pihaknya dengan Menkumham, Menko Maritim dan Gugus Tugas Nasional, yang juga dihadiri Kapolda, Pangdam, dan seluruh Kadishub seluruh Indonesia.

"Bahwa program larangan mudik tetap harus dilaksanakan secara konsisten. Demi memutus mata rantai percepatan penyebaran dan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)".

Dia menilai, kebijakan ini diambil mengingat penerapan Protokol Kesehatan di wilayah Aceh masih belum maksimal. Masyarakat masih banyak tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tak menerapkan jaga jarak dalam kehidupan sosial.

"Semua angkutan umum jenis apapun yang memasuki Aceh akan diputar balik kembali ke wilayah Sumut, mulai 21 Mei 2020," kata Kombes Dicky Sondani.

Dicky menyampaikan, pengawasan ketat di perbatasan dengan provinsi tetangga yakni Aceh Tamiang, Subulussalam, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. Karena, kata Dicky empat jalur ini diyakini memiliki mobilitas tinggi barang dan orang masuk ke Tanah Rencong.

"Mengingat lebaran ini akan terjadi ledakan arus mudik dan banyak WNI yang bekerja di luar negeri kembali ke Indonesia. Maka upaya ini harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Menurut Dicky, pemudik kendaraan pribadi yang masuk ke Aceh akan diminta surat keterangan bebas Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan rapid test. Jika tidak dapat menunjukkan surat tersebut, maka pemudik tersebut juga akan disuruh putar balik.

"Ini sangat berbahaya dalam penyebaran Covid-19 di Aceh. Dengan demikian kami perintahkan kepada pemilik angkutan umum tidak mengoperasionalkan lagi kendaraannya menuju ke Medan,” ujarnya.

Sementara untuk angkutan umum antarkabupaten dalam provinsi Aceh tetap diizinkan beroperasi dengan syarat semua sopir dan penumpang wajib menggunakan masker.

"Kemudian, di setiap posko chek point dicek suhu tubuh oleh tim medis dari puskesmas. Di setiap terminal akan dicek penumpang yang akan berangkat," kata Dicky.

Dicky mengimbau warga luar Aceh yang akan mudik ke Aceh, untuk saat ini jangan dilaksanakan. "Daripada udah capek-capek dari Medan, tiba di perbatasan Aceh Sumut akan suruh putar balik oleh petugas,” pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.