29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mulai 30 September, Gayo Lues Tutup Sekolah dan tak Boleh Gelar Hajatan

...

  • Win Porang
  • 28 September 2020 12:40 WIB

Rapat paripurna tentang Perubahan APBK 2020 di Gedung DPRK Gayo Lues. Foto: WIn Porang
Rapat paripurna tentang Perubahan APBK 2020 di Gedung DPRK Gayo Lues. Foto: WIn Porang

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan menutup semua sekolah selama 14 hari dan melarang masyarakat menggelar acara hajatan yang dihadiri ramai orang. Langkah ini diambil setelah Gayo Lues ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, saat rapat paripurna DPRK Gayo Lues tentang Rancangan Qanun Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (P-APBK) tahun 2020, di gedung dewan setempat, Senin, 28 September 2020

Sebelum Bupati Amru mengeluarkan pernyataan itu, Ketua DPRK Gayo Lues, H. Ali Husin, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah agar penyebaran virus korona bisa dihentikan. Pasalnya, jumlah pasien Covid-19 di Gayo Lues sejak Maret 2020 hingga hari ini sudah mencapai 86 orang.

"Mari kita bersadar diri, menjaga keluarga, dan menjaga masyarakat. Dan mulai hari ini, anggota DPRK tidak boleh keluar daerah. Jika harus keluar daerah, maka harus ada izin dari pimpinan," kata Ali Husin.

Menanggapi pernyataan Ketua DPRK itu, Bupati Amru mengaku sudah menggelar rapat dengan Forkopimda. Hasilnya, disepakati bahwa mulai 30 September 2020 ini, semua sekolah di Gayo Lues diliburkan, seluruh kantor diliburkan atau pegawainya bekerja dari rumah, dan pesta atau kenduri tidak boleh diadakan.

"Untuk kantor, yang hadir hanya kepala dan sekretarisnya saja. Tetapi jika dibutuhkan, pegawai atau staf harus datang ke kantor. Sementara untuk perkantoran yang langsung berurusan dengan masyarakat seperti Dinas Catatan Sipil, RSU (rumah sakit umum), Puskesmas dan bank, itu harus tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Amru.

Bupati Amru juga meminta tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gayo Lues agar melakukan pengawasan ketat terhadap tempat wisata dan kafe-kafe supaya tetap menerapkan protokol kesehatan. Petugas juga diminta terus melakukan sosialisasi dan menjalankan peraturan yang telah dikeluarkan.

"Pejabat daerah dan ASN yang mau keluar daerah wajib mendapatkan surat izin dari masing-masing atasan. Sosialisasi juga harus ditingkatkan dengan melibatkan ulama dan ormas.  Tidak diperkenankan acara keramaian, pesta, kenduri, dan kegiatan yang mengumpulkan masyarakat," ucap Bupati Amru.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.