13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Musik Kolosal akan Meriahkan Pembukaan ACIRAF 2018

...

  • Fazil
  • 05 November 2018 19:00 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Musik kolosal akan ditampilkan pada acara seremonial pembukaan Aceh International Rapai Festival (ACIRAF) di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Senin, 5 November 2018, malam. Selain itu, akan tampil artis atau seniman Aceh, Joel Pasee.

Dalam musik kolosal itu diiringi dengan lagu "Keuneubah endatu bak mata donya". Tim komposisi musik kolosal Aceh diketuai Mulyadisjah akrab disapa Cek Ko.

Music Director, Cek Ko, mengatakan, Aceh memiliki ragam musik tradisi yang sangat khas dan menarik untuk disajikan kepada publik, di antaranya alat musik rapai. Karena rapai dikenal memiliki jenis dan ukurannya, seperti rapai uroh dengan pola bermainnya sering disebut tunang.

Menurut Cek Ko, tunang adalah pertandingan yang terdiri dari dua grup dan masing-masing grup berjumlah 36 orang, yang dipimpin seorang syeh.

"Adapula rapai gantung, umumnya masyarakat menyebut Rapai Pase yang berukuran lebih besar dari pada rapai lainnya. Pola bermainnya juga hampir sama dengan rapai tunang, hanya sedikit berbeda dengan rapai uroh bermainĀ  dengan posisi duduk, sedangkan rapai gantung (Rapai Pase) itu pemainnya berdiri," kata Cek Ko kepada portalsatu.com saat gladi musik kolosal di Stadion Tunas Bangsa, Senin sore.

Cek Ko menambahkan, dalam atraksi tersebut, adapula rapai grimpheng, rapai geleng, yang ukurannya lebih kecil dari rapai uroh dan Rapai Pase dengan pola permainan yang berbeda.

"Alat musik tradisional itu akan dimainkan dalam bentuk kolaborasi dengan alat musik modern yang diaransemen oleh tim kompesor. Dengan konsep mengaktualisasikan dengan alat musik tradisi dalam konteks modern, dengan komposisi yang indah dan tetap menonjolkan unsur-unsur musik tradisional," ujar Cek Ko.

Cek Ko menyebutkan, konsep garapan musik ini secara utuh menggambarkan tentang bagaimana hari ini anak cucu dari indatu yang sedang mempertahankan dan melestarikan adat budaya Aceh, bisa menjadi indentitas yang kuat dan menjadi besar di mata dunia.

"Keseluruhan dari garapan ini menghadirkan 140 talen, yang terdiri dari beberapa komunitas seni musik tradisional dan modern yang berdomisili di Kota Lhokseumawe," ujar Mulyadisjah alias Cek Ko.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.