26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Napi Lapas Lhoksukon Ikut Pengajian di Daruttaubah

...

  • Fazil
  • 20 November 2020 17:07 WIB

Napi Lapas Lhoksukon mengikuti pengajian [Foto: Fazil]
Napi Lapas Lhoksukon mengikuti pengajian [Foto: Fazil]

Kegiatan kerohanian yang dilakukan pihak Lapas secara tatap muka tetap rutin dan berjalan lancar, dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan.

LHOKSUKON -- Para nara pidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lhoksukon mengikuti pengajian secara rutin di Pesantren Daruttaubah yang ada di dalam Lapas tersebut.

Para warga binaan duduk bersila dalam satu ruangan lantai dua, mereka dibimbing oleh Tgk Sabri yang didatangkan khusus pihak Lapas. Mereka mendengar penjelasan kitab dengan sangat serius yang membahas tentang kisah perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan agama Islam maupun tata cara bersuci.

Tgk Sabri duduk di tengah para narapidana membuka kitab memulai pengajian yang didampingi seorang petugas Lapas. Mereka tampak rapi dengan menggunakan sarung dan peci, bahkan sesekali mereka tertawa lepas saat mendengarkan penjelasan, mereka juga antusias menanyakan berbagai persoalan.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi, Selasa, 17 November 2020 menjelaskan, meskipun di tengah kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid- 19), kegiatan kerohanian yang dilakukan pihak Lapas secara tatap muka tetap rutin dan berjalan lancar, dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan. Sebelum pengajian dimulai, napi dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

"Aktivitas pengajian ini rutin kita laksanakan walaupun dalam kondisi pandemi Covid, tapi protokol kesehatan tetap kita terapkan. Kegiatan kerohanian ini dimulai sejak Senin hingga Sabtu baik diajarkan Alqur'an maupun kitab, ustazd juga berbeda yang kita hadirkan dan sesuai dengan jadwalnya masing-masing," jelas Yusnaidi.

Pengajian itu berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB. Yusnaidi menyampaikan, untuk keberlangsungan itu pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Aceh Utara, mereka memberikan guru pengajian atau ustazd sebanyak tujuh orang serta honornya juga dibayar pihak pemkab setempat. Menurut Yusnaidi, untuk napi laki-laki dilakukan pengajian setiap hari dan kecuali hari libur, sedangkan bagi perempuan dalam seminggu hanya tiga kali.

“Bimbingan rohani tentunya sangat perlu menyangkut keagamaan, karena selain warga binaan itu menjalankan hukumannya, jadi ada bekal untuk dirinya sendiri. Mungkin ada yang belum bisa membaca Alqur'an secara fasih dan benar, sehingga dengan adanya pengajian seperti ini maka mereka akan lebih terarah lagi. Isi pengajiannya pun berbeda-beda yaitu ada bimbingan akhlak, bersuci, tata cara salat, berwuduk dan lainnya bervariasi," ungkap Yusnaidi.

Yusnaidi menambahkan, beberapa bulan lalu pihaknya menerima bantuan berupa kitab dari Pemkab Aceh Utara yang diserahkan Wakil Bupati Fauzi Yusuf bersama Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Abdullah Hasbullah, bantuan tersebut untuk keperluan narapidana mengikuti pengajian di pesantren di lapas.

"Kegiatan pengajian selama pandemi Covid-19 tetap berjalan lancar, karena itu sangat perlu sekali dan selain menjalani masa pidananya jadi ada bimbingan rohani atau keagamaan kepada mereka. Pengajian ini sudah berlangsung lama dan tidak hanya pada masa pandemi," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.