22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Nasib Tragis Orang Utan di Subulussalam

...

  • Rino
  • 13 March 2019 17:50 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SUBULUSSALAM - Seekor anak orang utan dan induknya dilaporkan dianiaya orang tidak bertanggung jawab di Subulussalam. Anak orang utan mati karena kekurangan nutrisi, sementara induknya terluka parah.

Induk orang utan sumatera atau Pongo abelii mengalami luka parah akibat ditembak dengan senapan angin serta disiksa dengan benda tajam, bahkan mengalami retak tulang. Terdapat 74 butir peluru tertanam di sekujur tubuh induk orang utan tersebut.

"Dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orang utan terluka parah karena tembakan senapan angin," ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, kepada portalsatu.com, Rabu sore, 13 Maret 2019.

Anak orang utan mati saat  proses evakuasi oleh pihak terkait pada 10 Maret 2019. Selain malnutrisi anak orang utan mati karena shock berat akibat perlakuan semena-mena terhadap dia dan induknya.

Personel BKSDA Aceh Seksi Wilayah 2 Subulussalam bersama mitra WCS-IP dan OIC mengevakuasi kedua orang utan dari kebun seorang warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Pengevakuasian berawal dari laporan seorang warga.

"Terisolasi di kebun sawit milik seorang warga. Menurut warga setempat orang utan dalam kondisi kurang sehat, bahkan pengakuan anak-anak sekitar, orang utan sudah terkena alat dodos kelapa sawit bahkan anak orang utan sempat diambil dari induknya," ujar Sapto.

Kedua orang utan lalu dibawa ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, untuk dirawat intensif. Anak orang utan mati dalam perjalanan, lantas dikubur di pusat karantina.

Induk orang utan dalam kondisi selamat meski sekarat. Pihak terkait memberinya nama 'Hope', berarti 'harapan' agar orang utan berumur 30 tahun itu pulih dan mendapat kesempatan hidup.

"Kondisi Hope masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam," sebut Sapto.

Hewan dilindungi

Orang utan sumatera salah satu jenis satwa liar yang terancam punah. Primata yang masuk dalam trah Hominidae ini adalah hewan yang wajib dilindungi.

Acuannya dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua Permen LHK Nomor P.20/Menlhk/ Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Bukan plertama

Menurut Sapto, penggunaan senapan angin untuk menyerang orang utan di wilayah Aceh merupakan yang keempat selama kurun waktu 2010-2014.  Pertama di Aceh Tenggara, kedua di Aceh Selatan, ketiga di Aceh Timur dan terakhir di Subulussalam.

"BKSDA mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi undang-undang. Kita telah berkoordinasi dengan Ditjen Penegakan Hukum LHK, melalui Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera," tegas Sapto.

BKSDA juga berkoordinasi dengan Polda Aceh perihal penertiban peredaran senapan angin ilegal. Dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012, penggunaan senapan angin hanya untuk olahraga dan harus mendapat izin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.