13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Nasib Tragis Wanita Ditelan Ular Sanca di Sultra

...

  • DETIK
  • 15 June 2018 22:25 WIB

Polisi dan warga temukan ular sanca yang makan wanita di Sultra. @dok. Polres Muna
Polisi dan warga temukan ular sanca yang makan wanita di Sultra. @dok. Polres Muna

JAKARTA - Nahas menimpa Wa Tiba, warga Desa Lohia, Kabupaten Muna, Sultra. Wanita berusia 54 tahun itu tewas dimakan ular sanca saat sedang mengecek kebunnya.

Peristiwa itu terjadi ketika Wa Tiba mengecek kebunnya di Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, pada Kamis (14/6). Hingga Jumat pagi, Wa Tiba tidak kunjung pulang. Warga dan polisi lalu mencarinya dan menemukan ular sanca pada pukul 09.00 Wita.

Saat ditemukan warga, ular sanca itu tak bisa bergerak karena badannya membengkak. Ular itu dibawa warga dan saat badannya dibelah ditemukan jasad Wa Tiba.

"Warga yang curiga membawa ular tersebut ke dalam desa dan membelah ular tersebut. Betul, korban ditemukan dalam perut ular dalam keadaan utuh. Sayangnya, korban sudah tidak bernyawa," jelas Kapolres Muna AKBP Agung Ramos, Jumat, 15 Juni 2018.

Mengenai penyebab ular sanca tersebut menyerang manusia, Agung belum bisa memastikan. Dia mengatakan lokasi tersebut memang masih area kebun dan hutan yang diduga sebagai tempat ular bersarang. "Belum bisa disimpulkan mengenai penyebabnya apakah terkait habitatnya diganggu itu belum bisa disimpulkan," ujarnya.

Agung menjelaskan, serangan ular terhadap manusia baru pertama kali terjadi di Kabupaten Muna. "Ini baru pertama ya saya dengar (ular makan manusia) di sini," tutur Agung.

Mengenai kenapa ular itu menelan Wa Tiba, bulat-bulat, Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI, Amir Hamidy, punya analisis sendiri. Dia menjelaskan, ular memang memakan mangsanya tanpa mengunyah lebih dulu. Hanya, berbeda antara melumpuhkan mangsa dengan dibelit dan menggunakan bisa.

"Ular nggak ada yang makannya dikunyah, nggak dicabik-cabik. Ditelan bulat-bulat. Dan ular piton ini melumpuhkan mangsanya dengan dililit," kata Amir saat dihubungi terpisah.

Dia menyarankan kepada masyarakat yang akan berkebun untuk membawa anjing. Menurut Amir, anjing dapat mendeteksi keberadaan ular bahkan yang besar sekalipun.

"Kalau misal kita bawa anjing, anjing akan lebih tahu, bereaksi dan menggonggong dulu. Apalagi karena semak-semak, warna piton ini kan serupa. Jadi ya nggak kelihatan," kata Amir.[] Sumber: detik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.