22 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Oktober 2018, Produk Cairan Vape Dikenakan Cukai 

...

  • PORTALSATU
  • 26 September 2018 23:45 WIB

Produk cairan vape @istimewa
Produk cairan vape @istimewa

BANDA ACEH – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017 tanggal 24 Oktober 2017 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang di dalamnya mengatur pengenaan cukai terhadap cairan pengisi rokok elektrik (vape) sebesar 57 % (lima puluh tujuh persen) dari harga jual eceran yang berlaku mulai 1 Juli 2018 dengan relaksasi sampai dengan 1 Oktober 2018. 

Dengan makin berkembangnya teknologi, jenis rokok yang beredar di pasaran semakin bervariasi baik berupa rokok konvensional, maupun rokok elektrik (vape). 

Rokok konvensional tersaji dalam wujud sigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris, sedangkan rokok elektrik dikenal di pasaran sebagai vape. Rokok elektrik terdiri atas mesin rokok (drip, atomizer, mod, baterai) dan cairan pengisi vape. 

Cairan pengisi vape yang biasa disebut e-liquid/e-juice yang mengandung ekstrak dan esens tembakau inilah yang dikenakan pungutan cukai bukan pada mesin rokoknya.

Saat ini, cairan vape yang beredar di pasaran berasal dari hasil produksi pabrikan (brewer) di dalam negeri maupun impor dari luar negeri. Industri cairan vape di dalam negeri yang termasuk sebagai industri kreatif, akhir akhir ini semakin berkembang pesat.  

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan turut mendorong terbitnya regulasi untuk pengendalian konsumsi, pemungutan cukai, dan pengawasan cairan vape agar industri tersebut semakin berkembang, berdaya saing, dan legal serta mendorong pertumbuhan ekonomi.  

Distribusi dan konsumsi cairan vape sempat menimbulkan kontroversi dan berpolemik (pro kontra) di kalangan masyarakat. Sebagai salah satu solusinya, Pemerintah menerbitkan PMK Nomor 146/PMK.010/2017 sebagaimana tersebut di atas dan menerbitkan PMK lain terkait yang di antaranya mengatur pengenaan cukai atas hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) di antaranya cairan vape.  

Pabrikan dan importir cairan vape yang telah memproduksi / mengimpor sebelum tanggal 1 Juli 2018 namun saat siap jual eceran belum dilekati pita cukainya (belum dilunasi cukai) agar memproses pengajuan dan pelunasan pita cukainya ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) setempat sampai dengan tanggal 1 Oktober 2018. 

Untuk cairan vape yang diproduksi / diimpor setelah tanggal 1 Juli 2018, saat siap jual eceran wajib dilekati pita cukai pada kemasan luar cairan vape tersebut.  Cairan vape yang siap jual eceran pun wajib memenuhi syarat ketentuan isi kemasan yakni 15/30/60/100 ml. [] (*)

Editor: Arman

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.