26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ombudsman Aceh: Segera Salurkan Hak Medis

...

  • portalsatu.com
  • 23 September 2020 13:41 WIB

Dialog pelayanan kesehatan di TVRI Aceh [Foto: IST]
Dialog pelayanan kesehatan di TVRI Aceh [Foto: IST]

Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan wajib dan dasar. Sehingga pada prinsipnya dalam keadaan normal pelayanan bidang kesehatan tidak boleh terhenti.

BANDA ACEH --  Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, berharap jasa medis atau insentif untuk penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19) segera dicairkan.

Hal itu disampaikan Taqwaddin saat menjadi pembicara dalam dialog tentang pelayanan kesehatan di masa pendemi yang berlangsung di TVRI Aceh, Senin, 21 September 2020.

Menurutnya, support insentif akan lebih membangkitkan semangat paramedis yang berjibaku menangani Covid-19 pada sektor hilir. Insentif tersebut bukan soal jumlah semata, tapi merupakan bukti nyata kepedulian perhatian dari pemerintah.

"Banyak tenaga medis yang mengeluh dan bahkan mengancam keluar dari RSUD bukan karena materi, tapi soal penghargaan. Oleh karenanya, kami berharap agar insentif tersebut segera dicairkan," ujarnya.

Dalam dialog dipandu Muhammad Syuib alias Musyu tersebut, Taqwaddin juga menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan pelayanan wajib dan dasar. Sehingga pada prinsipnya dalam keadaan normal pelayanan bidang kesehatan tidak boleh terhenti. Namun, karena keadaan darurat, di mana beberapa paramedis suatu Puskesmas terpapar virus korona maka demi kemaslahatan publik, dibolehkan Puskesmas tersebut tutup pelayanan.

"Jika Puskemas kecamatan A tutup, maka seharusnya Puskesmas kecamatan B yang berdampingan atau dekat harus menerima pasien dari Puskesmas yang ditutup. Sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan," tambah Taqwaddin.

Taqwaddin berharap pihak BPJS mempermudahkan proses layanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, masalah faskes harus fleksibel. "Jangan sampai pelayanan kesehatan bagi masyarakat terganggu hanya karena administrasi faskes, mohon ini dipermudah," tegasnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Dr. Safrizal, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tetap harus jalan, walau dalam kondisi apapun. "Penutupan dilakukan karena penyesuaian, dan kemudian akan dibuka kembali. Sifatnya hanya sementara," katanya.

Ketua Komisi V DPRA membidangi kesehatan, Muhammad Rizal Falevi Kirani, juga menyampaikan terkait kurangnya peralatan yang dimiliki rumah sakit rujukan di daerah. Falevi juga menilai kurangnya dana refocusing untuk bidang kesehatan.

"Katanya medis adalah garda terdepan dalam penanganan Covid, tapi perlengkapan untuk mereka belum memadai. Saat ini ada sebelas rumah sakit rujukan Covid di daerah, namun kesannya seperti asal tunjuk saja," ungkapnya.[rilis]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.