13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ombudsman Minta Timsel Buka Ulang Pendaftaran Seleksi Manajemen BPKS

...

  • TAUFAN MUSTAFA
  • 06 December 2017 20:00 WIB

BANDA ACEH - Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husen, menyarankan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang atau BPKS agar membuka pendaftaran ulang proses seleksi manajemen. Hal tersebut demi memenuhi kuota per posisi jabatan yang diperlukan badan tersebut.

"Tapi semua peserta yang telah lulus Adm dan CAT harus diikutkan pada seleksi tahap berikutnya," kata Taqwaddin menjawab portalsatu.com, Rabu 6 Desember 2017.

Dia mengatakan BPKS mengelola uang publik berupa APBN. Sementara seleksi manajemen juga berasal dari kalangan masyarakat. Artinya, kata dia, Ombudsman memiliki kewenangan untuk mengawasi dan memberikan saran terkait proses rekrutmen untuk pejabat BPKS.

"Perlu saya informasikan bahwa BPKS adalah Badan Pengusahaan Kawasan Sabang. Makna "pengusahaan" secara juridis adalah upaya mengusahakan sesuatu secara terus menerus, legal, dan untuk mendapatkan keuntungan (profit oriented)," kata Taqwaddin. 

Menurutnya jika mengacu pada konsep juridis tersebut, maka seharusnya keberadaan BPKS memberikan keuntungan untuk publik Aceh secara khusus.

"Pertanyaan saya, dengan dana yang begitu besar telah dikucurkan ke Sabang yang mencapai sekian triliun rupiah, apakah sudah kelihatan manfaat signifikan dari BPKS? Silakan para akademisi dan ekonom menghitungnya," kata Taqwaddin. 

Dia menilai besaran dana yang dikelola BPKS telah menjadikan posisi di badan pengusahaan ini sebagai jabatan penting dan "basah". Hal ini pula membutuhkan tim seleksi yang independen, legal dan handal.

"Di dalam proses, terapkan seleksi berjenjang dengan quota nx3. Artinya, setiap posisi jabatan yang dibutuhkan akan diajukan masing-masingnya sebanyak 3 orang calon," katanya.

Dengan demikian, proses seleksi memiliki lima tahap yang dimulai dari administrasi, tahap Computer Assistent Test,  tahap psiko test (discussion test, interview, penulisan makalah), tahap fit and proper test, dan terakhir tahap penetapan dan pelantikan.
  
"Jika mengacu pada gambaran saya di atas, maka sederhananya bisa disepakati berapa jumlah quota untuk setiap tahapan, yang pada akhirnya dikirimkan 3 orang untuk dipilih dan ditetapkan satu orang, sehingga idealnya pada tahap psiko test harus ada peserta 9 orang calon per jabatan," ujarnya.

Taqwaddin menduga jika tim menggunakan formulasi ini maka jumlah peserta tidak mencukupi. Untuk itu, dia menyarankan sebaiknya dibuka pendaftaran ulang agar lebih banyak peminat yang mendaftar. Namun dengan catatan bahwa mereka yang telah lulus administrasi dan lulus CAT tetap diikutsertakan.

"Ini lah catatan saya, semoga tim seleksi dapat menghasilkan SDM yang pas untuk menduduki jabatan tinggi di BPKS, yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Sabang dan Aceh," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Seleksi Manajemen BPKS Sabang mengumumkan 12 nama peserta lulus CAT pada 4 Desember 2017. Pengumuman tersebut tercantum dalam SK nomor 515/05/TIMSEL/2017 dan ditandatangani langsung Ketua Timsel, Azhari Hasan. Keputusan ini belakangan berubah. Timsel melalui SK Nomor 515/06/TIMSEL/2017 tanggal 5 Desember 2017 tentang Peserta Fit and Proper Test Lanjutan Rangkaian Computer Assested Test (CAT) tercantum nama 27 pelamar calon manajemen pada BPKS sebagai peserta fit and proper test, yang berlangsung pada 6-7 Desember 2017.

Perubahan peserta kelulusan ini diduga berkaitan dengan kritikan yang pernah dilayangkan Samsul Bahri bin Amiren alias Tiong beberapa waktu lalu. Ketua Harian Partai Nanggroe Aceh atau PNA ini pernah menuding Ketua Tim Seleksi telah mengubah draf awal ketentuan batas usia calon Manajemen BPKS 2017. Tudingan ini disampaikan Tiong dalam laman facebooknya, Jumat, 24 November 2017 lalu. Baca: Timsel Umumkan Nama Manajemen BPKS 2017, Tiong: Ada Upaya Menjegal

Hingga berita ini dipublish, wartawan portalsatu.com masih mencoba mengonfirmasi kabar ini kepada Ketua Tim Seleksi Manajemen BPKS, Azhari Hasan. Namun beberapa kali ditelepon ke nomor pribadinya, Kepala Bappeda Aceh ini belum merespon panggilan masuk. Azhari juga belum menjawab pesan singkat yang dikirim.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.