19 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Jelang Pemilukada 2017
PA Tetap Siap Dengan Segala Kemungkinan

...

  • BOY NASHRUDDIN
  • 10 March 2016 15:45 WIB

Ilustrasi kader Partai Aceh. @Dok Partai Aceh
Ilustrasi kader Partai Aceh. @Dok Partai Aceh

BANDA ACEH - Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) yang semula menyatakan dukungan untuk pencalonan Gubernur Aceh dari Partai Aceh diduga mulai retak. Satu persatu partai koalisi diduga mulai menarik diri semisal Golkar Aceh usai kursi Ketua Umum dimenangkan oleh TM Nurlif. 

Seperti diketahui, TM Nurlif dalam beberapa kesempatan telah menyatakan diri untuk maju di bursa pencalonan Gubernur Aceh pada Pemilukada 2017 mendatang. Lantas bagaimana sikap Partai Aceh mengenai hal ini?

"Kita dari PA tidak akan gentar jika partai nasional meninggalkan PA dalam kontestan pemilihan kepala pemerintahan Aceh 2017 mendatang. Kita PA tetap optimis dan insya Allah (menang)," ujar Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, melalui blackberry messenger menjawab portalsatu.com, Kamis, 10 Maret 2016.

Dia mengatakan semua pihak memiliki hak untuk dipilih dan memilih dalam pentas demokrasi mendatang. Siapapun boleh maju dan mencalonkan diri di Pemilukada nanti.

"Kita tidak melarangnya dan ini pun pesta demokrasi. Untuk memenangkan kandidat dari PA yang telah kita tetapkan dan usung, semua mesin (struktur) partai akan bekerjasama dengan semua underbow dan elemen masyarakat untuk meraih kemenangan tersebut," katanya, seraya menegaskan H Muzakir Manaf atau Mualem merupakan kandidat PA yang diusung sebagai calon Gubernur Aceh nanti. 

Adi Laweung menyebutkan Partai Aceh tetap siap dengan segala konsekwensi jika partai nasional benar-benar menarik diri dari koalisi. "Kita tidak goyang sedikit pun dan tidak gundah. Jalur komunikasi kita PA ke grassroot sangat intens, dan ketika kondisi tersebut terjadi, PA juga insya Allah (menang)," ujarnya.

Pun begitu, Adi Laweung mengatakan Partai Aceh tetap tidak menyepelekan kekuatan kompetitor lainnya di Pemilukada mendatang. Salah satunya seperti TM Nurlif dari Partai Golkar Aceh. Sebagai catatan, Golkar memiliki kursi kedua terbanyak atau 11,11 persen dari jumlah keseluruhan anggota dewan di DPR Aceh. Selain itu, beberapa kader Golkar saat ini juga ada yang menjabat sebagai kepala daerah di beberapa kabupaten kota di Aceh. 

"Sikap menyepelekan orang lain ya tidak bagus, terhadap siapapun. Orang bisa saja menganalisa apapun, tapi kenyataannya akan kita lihat pada hari 'H'-nya," katanya.

Dia juga menyebutkan H Muzakir Manaf telah meminta nama-nama calon pendamping pada parnas yang tergabung dalam KAB. Menurutnya ini merupakan komitmen Partai Aceh terhadap partai nasional.

"Nanti Mualem akan mengumumkan nama calon pendamping pada April 2016 mendatang. Untuk sekarang kita jalani dulu semuanya," katanya.

Adi Laweung juga menyebutkan sejak awal Partai Aceh telah berkomunikasi dengan berbagai unsur di lapangan. Dia juga mengklaim tim yang dibentuk tersebut sudah bekerja dengan baik dan tertib. 

"Semua tim kita bekerja dengan santun dan simpati, sehingga masyarakat nantinya melihat calon usungan kita, PA, juga mendapatkan simpati dari masyarakat dari seluruh Aceh," ujarnya.[](bna)

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.